Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rupiah Libas Dolar AS, Sinyal The Fed Kendurkan Laju Suku Bunga

Rupiah hari ini ditutup perkasa bersama mayoritas mata uang di Asia merespons pidato Ketua The Fed Jerome Powell.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  15:41 WIB
Rupiah Libas Dolar AS, Sinyal The Fed Kendurkan Laju Suku Bunga
Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Senin (18/7/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang rupiah ditutup menguat pada perdagangan Kamis (1/12/2022) di tengah pelemahan indeks dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 169 poin atau 1,07 persen ke Rp15.562,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,20 persen ke 105,74.

Mata uang Garuda ditutup perkasa bersama mayoritas mata uang di Asia seperti yen Jepang menguat 1,17 persen, yuan China menguat 0,29 persen, won Korea Selatan menguat 1,42 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,30 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar tergelincir setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga di masa depan.

Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil. Dia juga memperingatkan bahwa suku bunga AS akan mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan, karena inflasi yang membandel.

Komentar dari anggota Fed dalam beberapa pekan terakhir memperkuat anggapan bahwa kenaikan suku bunga di masa depan akan bergantung pada jalur inflasi.

Sementara dari dalam negeri, sentimen datang dari pemerintah yang meyakini bahwa Indonesia kebal terhadap resesi global yang diprediksi akan terjadi pada 2023. Hal ini karena tingkat konsumsi dalam negeri yang cukup besar.

Selain itu, Bank Indonesia juga merasa optimistis bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen pada 2022 di tengah tantangan risiko resesi yang menghantam dunia.

Adapun untuk perdagangan besok, Jumat (2/12/2022), Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup menguat direntang Rp15.540-Rp15.590.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah dolar as nilai tukar rupiah the fed
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top