Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penjualan Alat Berat Lagi Moncer, Cek Rekomendasi Saham UNTR

UNTR mendapat rekomendasi beli dari BRI Danareksa Sekuritas dengan target harga di Rp40.000
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 November 2022  |  17:57 WIB
Penjualan Alat Berat Lagi Moncer, Cek Rekomendasi Saham UNTR
Alat berat merek Komatsu. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang solid bakal menjadi pendorong kinerja saham UNTR ke level terbaiknya di periode mendatang. Analis BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk sahamnya.

Berdasarkan laporan bulanan UNTR sampai dengan Oktober 2022, Perserian sudah menjual 5.087 unit alat berat merek Komatsu atau meroket 94,41 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun, pada Oktober sendiri UNTR menjual 553 unit alat berat.

Selain itu, dari segmen produksi batu bara UNTR mencatat produksi hingga 94,2 juta ton. Sementara itu, penjualan batu baranya tercatat sebanyak 733.000 ton. Dari sisi overburden removal UNTR mencatat sebanyak 775 juta bcm atau naik 9 persen year on year (yoy).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan memperkirakan permintaan alat berat UNTR akan tetap solid tahun depan. Adapun, pertumbuhan overburden removalnya diprediksi tumbuh 3-5 persen pada 2023. Artinya produksinya bisa meningkat sampai 6 persen mencapai 124 juta ton.

“Capaian selama 10 bulan ini sudah mencapai 80 persen dari total target perseroan sepanjang 2022. Adapun, UNTR memasang target pertumbuhan konservatif tahun depan 3-5 persen,” paparnya dalam riset, dikutip Sabtu (26/11/2022).

Di sisi lain, produksi emas UNTR diperkirakan menurun secara signifikan pada 2023. Sampai dengan Oktober 2022 sendiri, produksi emas UNTR mencapai 240.000 ons, turun 4 persen tot, namun stabil secara bulanan sebanyak 24.000 ons.

UNTR memperkirakan produksi emasnya akan berkurang dengan skenario terburuknya bisa mencapai 50 persen yoy pada 2023 karena adanya penundaan operasional fasilitan tailing baru.

“Kami memperkirakan produksi emas UNTR akan turun sekitar 35 persen yoy pada 2023 menjadi 182.000 ons,” ungka Hasan.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham UNTR lantaran masih optimistis dengan prospek UNTR karena perusahaan masih memiliki peluang untuk bertumbuh di segmen kontraktor tambang dengan kinerja segmen alat berat yang stabil.

“Kami mempertahankan panggilan BUY kami dengan target harga di Rp40.000. Adapun, risiko yang mungkin dihadapi termasuk penurunan harga batu bara dan emas yang belum pernah terjadi sebelumnya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

untr danareksa komatsu alat berat
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top