Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Kripto Perlahan Bangkit Setelah Tertekan Bangkrutnya FTX dan Inflasi

Mengutip coinmarketcap.com, Kamis (24/11/2022) harga Bitcoin (BTC) menguat 0,41 persen selama sepekan terakhir dan menguat 1,18 persen dalam 24 jam terakhir.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 November 2022  |  10:42 WIB
Pasar Kripto Perlahan Bangkit Setelah Tertekan Bangkrutnya FTX dan Inflasi
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar kripto perlahan mulai beranjak bangkit setelah tekanan bertubi-tubi menghantamnya pada sepekan terakhir efek dari kebangkrutan FTX dan inflasi yang berlanjut.

Mengutip coinmarketcap.com, Kamis (24/11/2022) pukul 10.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) menguat 0,41 persen selama sepekan terakhir dan menguat 1,18 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$16.701.

Sementara itu, altcoin kapitalisasi pasar tertinggi, Ethereum (ETH) masih melemah 0,94 persen dalam 7 hari terakhir, tetapi berhasil menguat 3,46 persen dalam 24 jam terakhir.

Selain itu, BNB, Tether, Cardano, hingga Dogecoin juga mulai menguat dalam 24 terakhir dengan naik masing-masing 9,47 persen, 0,03 persen, 1,24 persen, dan 2,62 persen.

Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin menjelaskan sejumlah sentimen tekanan di antaranya akibat peristiwa yang dialami FTX, Genesis Global Trading yang menangguhkan penarikan dana, hingga laporan The Consumer Price Index (CPI) yang menunjukan inflasi belum ada tanda penurunan.

Sebelumnya, Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan sejak Maret 2022 tidak memiliki efek signifikan pada inflasi.

Pasar merespons pernyataan tersebut dengan negatif. Menyusul pernyataan lainnya, James Bullard menyarankan kepada The Fed mungkin memerlukan untuk menaikkan suku bunga sampai Federal Funds Rate (FFR) berada di kisaran 5-7 persen untuk dapat menurunkan inflasi.

Selain isu inflasi yang stagnan, pasar kripto sepekan terakhir setelah melewati kasus dari platform FTX, terdapat kasus susulan lainnya.

"Datang dari Genesis Global Trading atau lebih dikenal sebagai Genesis Global Capital yang sementara waktu menangguhkan penarikan dan pinjamannya. Hal tersebut diungkapkan Genesis sebelumnya unit turunan mereka memiliki sekitar US$175 juta di FTX," terangnya, dikutip Kamis (24/11/2022).

Timo menjelaskan hal tersebut berimbas pada investor yang menarik dana dari berbagai exchange crypto dan berdampak negatif pada situasi pasar crypto paling tidak dalam beberapa bulan ke depan.

“Market kripto mungkin memberikan efek jenuh kepada investor dan sentimen negatif dapat menurunkan kepercayaan masyarakat. Namun di situasi saat ini yang terpenting adalah meningkatkan edukasi kita tentang fundamental crypto, serta jangan terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan dalam berinvestasi,” jelasnya.

Pada pasar kripto secara spesifik pergerakan harga Bitcoin (BTC) saat ini bergerak menyamping dengan titik support kuat ada di kisaran US$13.000–-US$14.000. Jika tidak ada berita yang memiliki dampak signifikan, titik harga Bitcoin saat ini kemungkinan besar akan bertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

FTX bitcoin Ethereum Inflasi cryptocurrency
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top