Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daftar Lima Fakta Unik Terkait Kinerja Gojek Tokopedia (GOTO)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja merilis kinerja kuartal III/2022 dengan membukukan rugi bersih Rp20,9 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 22 November 2022  |  13:00 WIB
Daftar Lima Fakta Unik Terkait Kinerja Gojek Tokopedia (GOTO)
Paparan publik penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. pada Selasa (15/3 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) baru saja merilis kinerja kuartal III/2022 dengan membukukan rugi bersih Rp20,9 triliun.

Meski demikian, emiten teknologi itu tercatat mulai memperbaiki dari sisi biaya promosi dengan mengurangi angka ‘bakar uang’. Berikut sejumlah fakta kinerja GOTO yang menarik dicermati.

1. GTV 9 Bulan vs GTV  2021 

Total nilai transaksi kotor (GTV) pada akhir kuartal III/2022 atau selama Juli - September 2022 mencapai Rp160,9 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi 33 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika dihitung sejak awal tahun hingga akhir September atau selama 9 bulan 202 total GTV mencapai Rp452 triliun. Jumlah ini setara 98 persen dari total GTV selama 2021.

Kenaikan GTV ditopang oleh tiga bisnis inti, yakni Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial. Gojek menyumbang GTV Rp15,7 triliun, Tokopedia Rp69,9 triliun dan Goto Financial Rp97,1 triliun.

2. Pendapatan bruto kuartal III/2022.

Pendapatan bruto selama 9 bulan 2022 ini hampir melampaui pencapaian 2021 yang mencapai Rp17 triliun. Sampai dengan September kemarin pendapatan bruto GOTO tercatat Rp16,6 triliun.

Dari total transaksi yang diproses di aplikasi, pemilik platform mendapatkan komisi yang kemudian dihitung sebagai pendapatan bruto. Selebihnya, nilai transaksi yang dihasilkan akan kembali ke dalam ekosistem, seperti memenuhi nilai belanja, atau menjadi milik mitra.

3. Gunting Biaya Promosi

Selama ini GOTO dan para kompetitornya sering dikritik sering bakar uang untuk mempertahankan pangsa pasar. Akibat terlalu banyak bakar uang, GOTO dan perusahaan sejenis diprediksi sulit mencapai profitabilitas.

Tetap, pada kuartal III/2022, GOTO mencatatkan biaya promosi untuk pelanggan senilai Rp2,8 triliun, turun 0,3 persen secara kuartalan. Sedangkan beban penjualan dan pemasaran tercatat Rp3,4 triliun, lebih rendah 10,4 persen dari kuartal sebelumnya.

Hasilnya, pada kuartal III/2022, rugi bersih GOTO mencapai Rp6,7 triliun, membaik 10,8% dari rugi bersih kuartal II-2022 senilai Rp7,6 triliun. Selain itu, pengeluaran yang berhasil dihemat dari efisiensi biaya tenaga kerja, baru akan terlihat pada kinerja kuartal I-2023. 

4. Transaksi Sentuh Rp9 Juta per Pengguna

Pada kuartal III-2022, nilai rata rata transaksi belanja adalah Rp9 juta per pengguna, lebih tinggi 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pada bisnis gojek pendapatan bruto tumbuh 31 persen sedangkan nilai nilai transaksi bruto (GTV) naik 24 persen. Begitu pula di bisnis Tokopedia, pendapatan bruto berhasil tumbuh 27 persen, lebih tinggi dari nilai GTV yang hanya naik 15 persen.    

5. Strategi Gopay Coins

Gopay Coin menjadi strategi GOTO supaya cashback atau promosi yang diberikan ke pengguna. Akan tetapi, koin tersebut hanya bisa dipakai dalam ekosistem emiten teknologi itu. Lain dengan sebelumnya, dimana promo diberikan langsung dalam bentuk tunai.

Semua poin akan terakumulasi menjadi satu dan kemudian di bisa dipakai sebagai diskon di lintas platform. Sebut saja, GoPayCoins yang didapat dari belanja di Tokopedia bisa dipakai memesan makanan di GoFood.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Goto GoPay Gojek tokopedia
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top