Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rugi GOTO Tembus Rp20 Triliun Walau Promo-promo Berkurang, Kenapa?

GOTO mencatatkan pembengkakan rugi hingga 75,49 persen sekalipun beban promosi telah ditekan.
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) baru saja merilis laporan keuangan kuartal III/2022. Hasilnya GOTO mencatatkan pembengkakan rugi hingga 75,49 persen sekalipun beban promosi telah ditekan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, GOTO mencatatkan rugi diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,32 triliun. Angka ini meroket 75,49 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2021, GOTO mencatatkan rugi sebesar Rp11,57 triliun.

Adapun beban daripada GOTO masih terbilang cukup masif dengan total Rp30,72 triliun. Angka ini naik hingga 86,78 persen dari Rp16,44 triliun pada tahun 2021. Naiknya beban serta rugi dikarenakan merger antara Gojek dan Tokopedia baru tercatat pada tahun ini.

Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menjelaskan perseroan didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian yang berfokus pada optimalisasi beban usaha. Hal ini dipicu oleh adanya kondisi perekonomian seperti peningkatan inflasi, kenaikan suku bunga, harga bahan bakar minyak (BBM), dan energi.

"Sepanjang kuartal ketiga kami telah mengurangi belanja insentif, menghapus belanja promosi untuk kelompok konsumen nonaktif, dan terus menurunkan belanja pemasaran serta terus mengoptimalkan pengurangan beban biaya, untuk mendukung fundamental Perseroan,” jelas Jacky dalam keterangan tertulis pada Senin (21/11/2022).

Sebagai upaya mengurangi beban, GOTO tengah menggencarkan konsumen agar masuk ke dalam ekosistem GoPay Coins. Fitur yang telah tersedia sejak Juni 2022 diklaim telah menunjukkan hasil positif dengan 21 persen pengguna telah menggunakan GoPay Coins untuk bertransaksi.

Jacky juga menyebut penggunaan GoPay Coins telah mendorong akuisisi pelanggan lintas platform hingga 2,3 kali lebih tinggi. Fitur ini juga telah menghemat beban akuisisi pelanggan sebesar 20 persen dibanding dengan insentif yang hanya dapat digunakan dalam satu platform.

Ke depannya, GOTO akan terus mengoptimalisasi beban promosi bersamaan dengan pergeseran sumber pendapatan produk dengan margin lebih tinggi khususnya pada pinjaman. GOTO sendiri aktif dalam melakukan uji coba untuk produk baru seperti layanan pinjaman tunai yang mulai diuji coba pada Oktober 2022.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan demi mencetak kinerja fundamental yang positif GOTO perlu mengurangi berbagai beban yang mereka miliki. Salah satunya adalah mengurangi beban daripada promo, dan juga melakukan efisiensi seperti melakukan pemutusan hari kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan.

"Kita bisa melihat GOTO ada PHK. Kalau Tokopedia sudah kurangi cashback dan kurangi bakar duit lalu juga menambah biaya admin. Harapannya dapat mengecil kerugian," ujar Wawan kepada Bisnis pada Senin (21/11/2022).

Selain itu, demi mencetak kinerja positif GOTO perlu memperbanyak tambahan cash flow. GOTO juga disebut perlu mempertimbangkan langkah divestasi untuk mendapatkan dana segar atau fresh money.

Terkait dengan penambahan modal GOTO dinilai dapat melakukan aksi korporasi berupa private placement maupun rights issue. Namun, Wawan mengingatkan akan adanya efek dilusi jika para pemegang saham enggan turut serta dalam aksi korporasi tersebut.

"Harus tambah permodalan atau bisa jual saham seperti private placement dan rights issue. Namun, kalau mereka (pemegang saham) tidak ikut rights issue akan terjadi terdilusi," jelas Wawan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper