Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Adaro (ADRO) Tunggu Ajakan Luhut Berdialog Soal Pemadaman PLTU

Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) menyampaikan telah memiliki antisipasi terkait rencana Menko Marves Luhut Pandjaitan terkait PLTU.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 11 November 2022  |  12:55 WIB
Adaro (ADRO) Tunggu Ajakan Luhut Berdialog Soal Pemadaman PLTU
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) menyampaikan telah memiliki antisipasi terkait rencana Menko Marves Luhut Pandjaitan yang akan menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Presiden Direktur Adaro Power Dharma Djojonegoro mengatakan Adaro yang memiliki PLTU mencoba untuk melakukan dekarbonisasi seperti co-firing dalam operasional PLTU-nya. Dharma melanjutkan pihaknya siap berdialog untuk mencari solusi terbaik untuk semua pihak terkait rencana penutupan PLTU tersebut.

"Rencana penutupan PLTU berbahan bakar batu bara tentunya akan direncanakan dengan matang dan kami siap berdialog untuk mencari solusi terbaik untuk semua pihak," kata Dharma kepada Bisnis, Jumat (11/11/2022).

Dia melanjutkan, Adaro sangat mendukung transformasi menuju energi baru dan terbarukan. Sejak tahun 2018, menurutnya ADRO telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem rooftop atau atap dengan kapasitas 130 kWp di Kelanis, Kalimantan Tengah, untuk melayani kebutuhan listrik di area tambang Adaro.

Setelah berhasil dalam pembangunan dan pengoperasian PLTS atap 130 kWp, emiten berkode saham ADRO ini melakukan pengembangan dengan menambahkan kapasitas 468 kWp PLTS dengan sistem terapung (floating).

Dia menilai, PLTS terapung di Kelanis ini menjadi PLTS terapung terbesar di Indonesia untuk saat ini. Estimasi produksi listrik sekitar 618.000 kWh per tahun, atau setara dengan pengurangan emisi CO2 515 ton per tahun.

"Kami juga terus mejajaki pengembangan proyek EBT di group Adaro sendiri," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, ADRO juga mendukung tender EBT PLN, selain menjalankan green initiative jangka panjang melalui pembangunan smelter aluminium di kawasan industri hijau di Kalimantan Utara.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah bakal mempensiunkan PLTU batu bara pada acara puncak KTT G20 pekan depan.

Luhut mengatakan upaya mengurangi emisi karbon itu perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keuangan internasional.

"Pada kesempatan yang baik ini di COP 27, saya mengajak semua orang untuk bisa menghadiri puncak acara KTT G20, Presidential Summit di Bali. Kami akan mengumumkan salah satu langkah sukses kami dalam menghentikan operasional pembangkit batubara dan mengubahnya ke pembangkit berbasis EBT," kata Luhut dalam pertemuan COP 27.

Luhut menilai untuk bisa mengakselerasi target net zero emission (NZE) diperlukan akselerasi sistem dan juga memperkaya framework dalam transisi energi.

PLN akan mempensiunkan PLTU nya secara bertahap. Ini memerlukan kerja bersama karena untuk menjalankan proyek ini butuh investasi yang tidak sedikit.

"Kami sangat terbuka atas kolaborasi dengan para partner dan juga negara tetangga. Kami akan menjelaskan success story kerja sama kami dengan Jepang untuk bisa menurunkan emisi global," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan adaro batu bara adro pltu
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top