Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aldiracita Sekuritas Siapkan IPO Rp1,5 Triliun di BEI Akhir 2022

Pipeline IPO di Aldiracita Sekuritas nilainya sekitar Rp1 triliun – Rp1,5 triliun.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mengungkapkan akan memboyong satu perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada akhir tahun ini.

CEO Aldiracita Sekuritas Rudy Utomo mengatakan proses IPO perusahaan tersebut masih terus digodok. Pada IPO tersebut, Aldiracita Sekuritas akan bertindak sebagai joint lead underwriter dengan beberapa sekuritas lainnya.

“Pipeline IPO di Aldiracita ada satu yang menjelang IPO, nilainya sekitar Rp1 triliun – Rp1,5 triliun. IPO nya kami targetkan pada akhir tahun,” jelasnya di sela - sela Konferensi Pers STAR AM dan Bank Sinarmas, Selasa (4/10/2022).

Rudy menambahkan, pihaknya juga tengah aktif menggarap rencana penawaran umum obligasi. Ia menjelaskan, sebanyak 2 hingga 3 perusahaan dari beragam sektor akan melakukan penerbitan surat utang dalam beberapa waktu mendatang.

Nilai penerbitan obligasi korporasi tersebut cenderung beragam. Rudy menuturkan, besaran emisi obligasi untuk emiten besar berada di kisaran Rp1,5 triliun – Rp2 triliun. Sementara itu, nilai penerbitan untuk perusahaan berskala kecil adalah sekitar Rp500 miliar.

“Total penawaran umum obligasi yang sedang kami siapkan ada sekitar Rp3 triliun – Rp4 triliun hingga akhir tahun,” lanjut Rudy.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan sebanyak 35 perusahaan masuk dalam antrean penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 27 September 2022, terdapat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Beberapa di antara calon perusahaan tercatat ini merupakan perusahaan afiliasi BUMN.

"Selain itu, dari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, beberapa di antaranya bergerak pada sektor energi, teknologi, dan finansial yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun," kata Nyoman.

Meski demikian, Nyoman mengatakan pihaknya belum dapat menyebutkan nama-nama perusahaan dengan nilai emisi di atas Rp1 triliun tersebut, sebelum ada izin publikasi dari OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper