Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aldiracita Sekuritas Siapkan IPO Rp1,5 Triliun di BEI Akhir 2022

Pipeline IPO di Aldiracita Sekuritas nilainya sekitar Rp1 triliun – Rp1,5 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  16:32 WIB
Aldiracita Sekuritas Siapkan IPO Rp1,5 Triliun di BEI Akhir 2022
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mengungkapkan akan memboyong satu perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada akhir tahun ini.

CEO Aldiracita Sekuritas Rudy Utomo mengatakan proses IPO perusahaan tersebut masih terus digodok. Pada IPO tersebut, Aldiracita Sekuritas akan bertindak sebagai joint lead underwriter dengan beberapa sekuritas lainnya.

“Pipeline IPO di Aldiracita ada satu yang menjelang IPO, nilainya sekitar Rp1 triliun – Rp1,5 triliun. IPO nya kami targetkan pada akhir tahun,” jelasnya di sela - sela Konferensi Pers STAR AM dan Bank Sinarmas, Selasa (4/10/2022).

Rudy menambahkan, pihaknya juga tengah aktif menggarap rencana penawaran umum obligasi. Ia menjelaskan, sebanyak 2 hingga 3 perusahaan dari beragam sektor akan melakukan penerbitan surat utang dalam beberapa waktu mendatang.

Nilai penerbitan obligasi korporasi tersebut cenderung beragam. Rudy menuturkan, besaran emisi obligasi untuk emiten besar berada di kisaran Rp1,5 triliun – Rp2 triliun. Sementara itu, nilai penerbitan untuk perusahaan berskala kecil adalah sekitar Rp500 miliar.

“Total penawaran umum obligasi yang sedang kami siapkan ada sekitar Rp3 triliun – Rp4 triliun hingga akhir tahun,” lanjut Rudy.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan sebanyak 35 perusahaan masuk dalam antrean penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 27 September 2022, terdapat 35 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Beberapa di antara calon perusahaan tercatat ini merupakan perusahaan afiliasi BUMN.

"Selain itu, dari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, beberapa di antaranya bergerak pada sektor energi, teknologi, dan finansial yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun," kata Nyoman.

Meski demikian, Nyoman mengatakan pihaknya belum dapat menyebutkan nama-nama perusahaan dengan nilai emisi di atas Rp1 triliun tersebut, sebelum ada izin publikasi dari OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bursa efek indonesia Aksi Korporasi bei
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top