Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Kembali Bergairah, Harga Bitcoin Naik ke Level US$19.500

Kenaikan harga Bitcoin hari ini dipicu oleh investor yang terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah selera risikonya kembali pulih.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 September 2022  |  13:12 WIB
Investor Kembali Bergairah, Harga Bitcoin Naik ke Level US$19.500
Harga Bitcoin hari ini cenderung menguat akibat pulihnya tingkat kepercayaan diiri investor terhadap aset berisiko - Ilustrasi Bitcoin/Reuters.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin dan aset kripto lainnya tercatat mulai kembali naik setelah mengalami koreksi berkelanjutan akibat reli mata uang dolar AS.

Melansir data CoinMarketCap pada Kamis (29/9/2022) pada 11.20 WIB, harga Bitcoin (BTC) terpantau naik sebesar 4,07 persen selama 24 jam terakhir ke level US$19.501. Sementara itu, Ethereum (ETH) juga menguat 4,33 persen menuju harga US$1.341,42. Altcoin lainnya yang naik, seperti BNB dan Solana (SOL) reli masing-masing di atas 4 persen.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono menjelaskan kenaikan harga aset kripto masih dipicu oleh investor yang terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah selera risikonya kembali pulih menyusul kenaikan indeks saham Amerika Serikat, dengan nilai S&P 500 dan Nasdaq Composite Index masing-masing naik 1,5 persen dan 2,2 persen.

Ia menjelaskan kenaikan tersebut disebabkan oleh pelemahan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang merosot dari level tertingginya selama 15 tahun terakhir. Penurunan tersebut terjadi setelah bank sentral Inggris mengumumkan akan menunda rencana untuk menjual surat berharganya, atau disebut quantitative tightening.

“Kondisi tersebut memicu pemulihan instan untuk nilai tukar poundterling terhadap dolar AS setelah mencapai posisi terendah sepanjang masa. Sementara, Indeks dolar AS pun akhirnya turun dari level tertinggi sejak dua puluh tahun lalu yang terus memberikan kembali keuntungan,” katanya dikutip dari keterangan resmi.

Ia melanjutkan, meski selera risiko investor sudah mulai membaik, masih ada beberapa altcoin yang terpantau anjlok di zona merah. Hal ini mengindikasikan bahwa investor tidak terlampau optimistis di jajaran koin-koin yang berisiko tinggi.

Dari analisis harga Bitcoin, Afid mengatakan potensi kenaikan lanjutan masih mungkin terjadi apabila harganya menyentuh major support. Target harga Bitcoin saat ini berada pada level US$ 19.891.

Sementara itu, jika pergerakan harga Ethereum kembali pullback, maka target naik masih berada pada level US$1.421.

Altcoin yang menjadi top gain pada hari ini adalah Helium (HNT) yang tumbuh 12,58 persen sehari terakhir, karena didorong sentimen Helium, jaringan nirkabel terdesentralisasi, telah resmi bermigrasi ke blockchain Solana (SOL).

“Perpindahan ke Solana memajukan misi ekosistem Helium untuk menghadirkan konektivitas yang aman, ada di mana-mana, dan terjangkau melalui model insentif yang inovatif," pungkas Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin Ethereum aset kripto cryptocurrency
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top