Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hore! Rupiah Ditutup Menguat di Hadapan Dolar AS, Cek Sebabnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (29/9/2022).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 29 September 2022  |  15:37 WIB
Hore! Rupiah Ditutup Menguat di Hadapan Dolar AS, Cek Sebabnya
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (29/9/2022). Rupiah ditutup menguat bersama beberapa mata uang lain di kawasan Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 4 poin atau 0,03 persen sehingga parkir di posisi Rp15.262,50 per dolar AS. Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau menguat 1,02 poin atau 0,91 persen ke level 113,62.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau ditutup bervariasi di hadapan dolar AS. Mata uang yen Jepang ditutup melemah 0,33 persen, won Korea menguat 0,12 persen, yuan China melemah 0,01 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,40 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melanjutkan pergerakannya yang tampaknya tanpa henti lebih tinggi, serta intervensi Bank of England ke pasar obligasi menghilang.

Dia melanjutkan, Bank of England mengumumkan pembelian obligasi darurat pada hari Rabu, mencoba untuk menopang pasar emas yang telah merosot, bersama dengan poundsterling.

"Hal ini terjadi setelah pemerintah Inggris yang baru mengumumkan pemotongan pajak yang substansial, yang kemungkinan didanai oleh pinjaman yang besar," ujar Ibrahim, Kamis (29/9/2022).

Menurutnya, ini akan memberi tekanan pada BoE untuk mengumumkan kenaikan suku bunga substansial pada pertemuan berikutnya di awal November, jika terus mengesampingkan kenaikan darurat. Penampilan dari pejabat Bank of England David Ramsden, Silvana Tenreyro, dan Huw Pill pada hari Kamis akan dicermati pasar.

Sementara dari internal, menurutnya sentimen datang dari inflasi Indonesia yang tahun ini bisa mencapai 6,27 persen. Angka ini jauh dari proyeksi pemerintah yang menargetkan inflasi di bawah 5 persen.

Selain itu diprediksi Bank Indonesia akan terus menaikkan suku bunga acuan sampai 5 persen di tahun ini.

"Musim hujan dan libur Natal dan liburan tahun baru 2023 sendiri diperkirakan akan mendorong inflasi," ujarnya.

Adapun untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat tipis di rentang Rp15.240-Rp15.300.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Bank Indonesia
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top