Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap! Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp15.500 per Dolar AS

Kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif menyebabkan aliran modal keluar dari negara berkembang,termasuk Indonesia.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 28 September 2022  |  16:30 WIB
Siap-siap! Rupiah Diprediksi Bisa Tembus Rp15.500 per Dolar AS
Karyawan memperlihatkan uang rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Jakarta, Rabu (6/72022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp15.266 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Rabu (28/9/2022).

Rupiah yang melemah 0,94 persen atau 142,5 poin terjadi seiring dengan pelemahan mata uang sejumlah negara di kawasan Asia.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa pelemahan rupiah terutama dipicu oleh agresivitas kebijakan moneter di negara maju.

Kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif menyebabkan aliran modal keluar dari negara berkembang, sehingga menekan mata uang negara-negara tersebut, termasuk Indonesia.

Bhima mengatakan, pelemahan juga terjadi seiring dengan penguatan dolar AS, yang tercermin dari indeks dolar AS yang telah menembus level 113.

“Kemudian tingginya inflasi di negara berkembang memicu kekhawatiran terjadinya tekanan pada sektor keuangan,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/9/2022).

Bhima menambahkan, kondisi ini diperparah dengan adanya ancaman resesi ekonomi secara global, sehingga investor cenderung mengamankan aset ke instrumen yang lebih aman.

Dia memperkirakan rupiah ke depan masih berpotensi melemah, hingga ke level Rp15.500 per dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyampaikan bahwa tren pelemahan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Kondisi ini sebagai imbas dari penguatan dolar AS seiring dengan implementasi kebijakan moneter yang lebih ketat untuk mengatasi tingginya inflasi.

“Itu semua karena penguatan dolar AS yang menghantam negara lain, termasuk Indonesia. Rupiah dengan depresiasi 5,2 persen itu tetap masih yang paling rendah di regional,” katanya, Selasa (27/9/2022).

Dody mengatakan, BI terus mengupayakan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, terutama melalui strategi triple intervention dan operation twist.

Triple intervention di pasar valas dilakukan baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder

Sejalan dengan itu, melalui strategi operation twist, BI masih melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder, yaitu dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah.

“Kita akan tetap jaga stabilitasnya, tapi memang tekanannya sedang tinggi. Kita masih terus melakukan langkah stabilisasi dengan strategi triple intervention dan operation twist,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar rupiah Rupiah dolar as Bank Indonesia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top