Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Center Penambang Kripto Compute North Bangkrut, Punya Utang Jumbo

Compute North berdiri pada 2017 sebagai operasi penambangan kripto, kemudian berkembang menjadi layanan co-location yang menyediakan pusat data berbiaya rendah.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 23 September 2022  |  07:29 WIB
Data Center Penambang Kripto Compute North Bangkrut, Punya Utang Jumbo
Layanan pusat data Compute North di Texas, AS - Dok.Perusahaan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan layanan pusat data untuk penambang aset kripto dan perusahaan blockchain, Compute North Inc. mengajukan kebangkrutan di Pengadilan Distrik Selatan Texas, AS pada Kamis (22/9/2022) waktu setempat.

Mengutip Bloomberg, Jumat (23/9/2022), Manajemen Compute North mengatakan berutang sebanyak US$500 juta kepada setidaknya 200 kreditur. Aset perusahaan yang berbasis di Eden Prairie, Minnesota ini bernilai antara US$100 juta dan US$500 juta, menurut pengajuan kebangkrutan Chapter 11 perseroan.

Pengajuan Chapter 11 memungkinkan perusahaan untuk tetap beroperasi sembari menyusun rencana untuk membayar utang ke kreditur.

Kristyan Mjolsnes, kepala pemasaran dan keberlanjutan Compute North, mengatakan perusahaan mengajukan kebangkrutan untuk menstabilkan bisnisnya saat melakukan restrukturisasi di bawah perlindungan pengadilan.

Compute North berdiri pada 2017 sebagai operasi penambangan kripto, kemudian ekspansinya berkembang menjadi layanan co-location yang menyediakan pusat data berbiaya rendah. Pada April 2022, perusahaan tersebut membangun fasilitas co-location 300 megawatt di Granbury, Texas.

CEO Computer North tercatat mengundurkan diri awal bulan ini dan COO-nya akan menjabat sebagai Presiden Direktur. 

Kebangkrutan Compute North adalah kasus terbaru yang menghantam pasar aset kripto, di mana penurunan harga cryptocurrency dan kenaikan suku bunga AS telah membuat investor melarikan diri dan memicu runtuhnya pemberi pinjaman dan dana lindung nilai.

Sebelumnya pialang kripto Voyager Digital Ltd. mengajukan perlindungan Chapter 11 awal tahun ini, sementara likuidator telah dipanggil untuk dana lindung nilai kripto yang bangkrut, Three Arrows Capital.

Perusahaan pertambangan telah menghadapi tekanan baru dari harga Bitcoin yang rendah dan melonjaknya biaya energi. Ukuran pendapatan pertambangan yang diawasi ketat turun ke level terendah dua tahun awal bulan ini.

Compute North menghadapi penundaan dalam memberi energi pada mesin pertambangan untuk kliennya Marathon Digital Holdings Inc. di Texas karena peraturan lokal di negara bagian tersebut.

Marathon memiliki sekitar 40.000 mesin penambangan yang dipasang di fasilitas perusahaan West Texas, yang memiliki kapasitas sekitar 280 megawatt. Compute North juga tercatat mengoperasikan pusat data di North Dakota dan Nebraska.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bangkrut aset kripto cryptocurrency pusat data

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top