Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Timah (TINS) Makin Efisien, Dampak Smelter Baru

Smelter baru TINS dilengkapi teknologi yang mampu melebur konsentrat bijih timah dengan kategori low grade. Dampak efisiensi bisa sampai 34 persen.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 September 2022  |  17:08 WIB
Produksi Timah (TINS) Makin Efisien, Dampak Smelter Baru
Aktivitas di smelter PT Timah di Muntok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - Reuters/Beawiharta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu emiten pertambangan di bawah naungan BUMN MIND ID, PT Timah Tbk. (TINS) menargetkan proyek smelter terbarunya yakni Ausmelt Furnace dapat beroperasi mulai November 2022. Operasional smelter tersebut ditarget menambah efisiensi perseroan pada kisaran 25 persen hingga 34 persen.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar menjelaskan perkembangan proyek Ausmelt Furnace telah mencapai 97 persen. Proyek dengan nilai investasi US$80 juta tersebut diperkirakan perseroan akan memiliki kapasitas 40.000 ton crude tin per tahun.

“Sebenarnya [smelter] ditargetkan beroperasi awal 2022. Namun karena Covid-19, terdapat beberapa hal yang kemudian membuat proyek mundur. Saat ini progress-nya sudah 97 persen dan perkiraan November 2022 sudah mulai operasi,” kata Abdullah dalam paparan publik virtual, Rabu (14/9/2022).

Proyek Ausmelt Furnace menjadi smelter pertama yang dimiliki TINS sejak beberapa dekade terakhir. Abdullah mengatakan smelter tersebut dilengkapi dengan teknologi terbaru dengan kemampuan mengolah atau melebur konsentrat bijih timah dengan kadar paling Kecil 40 persen atau kategori low grade.

“Smelter kami saat ini hanya bisa melakukan peleburan untuk konsentrat bijih timah dengan kadar 70 persen. Artinya, dengan smelter baru akan jadi lebih efisien. Tentunya ini bagian dari upaya kami untuk memperdalam bisnis ke penambangan primer,” paparnya.

Proses peleburan konsentrat timah dan peleburan terak dapat dilakukan lebih cepat dengan smelter baru. TINS memperkirakan tingkat efisiensi dan kontribusi dari Ausmelt Furnace bisa mencapai 25 persen hingga 34 persen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen TINS Fina Eliani menjelaskan pendanaan proyek Ausmelt Furnace didukung oleh Finnvera dan Indonesia Eximbank dengan fasilitas mencapai US$73 juta. Namun, Fina mengatakan pendanaan yang akan diserap hanya sebesar US$68 juta.

“Sebagaimana disampaikan, operasional smelter ini akan memberi efisiensi 25 persen sampai 34 persen. Sehingga sebesar itu pulalah kemungkinan akan menambah profitabilitas perseroan pada tahun berikutnya,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt timah tbk tins smelter BUMN
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top