Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Perlahan Merangkak Naik

Harga minyak WTI terpantau naik 1,2 persen ke level US$82,88 per barel setelah sempat anjlok 6 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 September 2022  |  10:41 WIB
Harga Minyak Perlahan Merangkak Naik
Aktivitas Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (14/6/2022). ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia terpantau menguat setelah sempat melemah ke level terendahnya dalam 8 bulan di tengah sentimen kebijakan lockdown di China dan pengetatan kebijakan moneter global yang mempengaruhi permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (8/9/2022), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terpantau naik 1,2 persen ke level US$82,88 per barel setelah sempat anjlok 6 persen pada perdagangan kemarin.

Koreksi tersebut merupakan penurunan harga terbesar sejak pertengahn Juli lalu. Hal tersebut disebabkan oleh pemberlakuan kebijakan lockdown pada beberapa wilayah di China, termasuk Chengdu, yang menekan permintaan minyak dari negara importir terbesar di dunia tersebut.

Harga minyak dunia telah anjlok sebanyak hampir US$50 per barel setelah mencatatkan level tertingginya pada Maret lalu. Kenaikan tersebut merupakan imbas dari invasi Rusia ke Ukraina.

Koreksi harga minyak pada Rabu kemarin terjadi di tengah sejumlah sentimen positif yang ada di pasar. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya tidak akan memasok energi ke negara -negara yang mendukung pembatasan harga untuk minyak hasil produksi Rusia.

Sementara itu, Energy Information Administration (EIA) meningkatkan outlook untuk permintaan global minyak dan memangkas prospek pasokan dari AS.

Vandana Hari, Founder Vanda Insights mengatakan aksi beli yang cukup besar akan terjadi pada setelah koreksi signifikan pada harga minyak. Menurutnya, penurunan harga minyak pada Rabu kemarin cenderung berlebihan.

“Pertemuan The Fed pada 21 September mendatang, dimana kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin diprediksi terjadi, akan menambah sentimen negatif untuk pergerakan harga minyak,” kata Hari dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, laporan dari American Petroleum Institute menyebutkan persediaan minyak mentah AS naik sebesar 3,6 juta barel pada pekan lalu. Meski demikian, cadangan minyak di pusat penyimpanan utama Cushing, Oklahoma mengalami penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak harga minyak mentah wti harga minyak mentah
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top