Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Merosot Sesi I, Saham BUMI Laris Rp1,1 Triliun

Transaksi saham BUMI mencapai Rp1,1 triliun di tengah pelemahan IHSG pagi ini.
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources./bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources./bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok dan bertahan di zona merah pada sepanjang perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (7/9/2022). Saham BUMI menjadi yang paling laris diperdagangkan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB, IHSG melemah 0,57 persen ke posisi 7.192,15. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.243,52 dan terendah 7.166,62 sepanjang sesi pertama.

Sebanyak 192 saham menguat, 328 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham yang paling aktif ditransaksikan, dengan nilai Rp1,1 triliun. Meski demikian, saham BUMI tercatat turun 0,93 persen ke level Rp214 per saham hingga sesi I.

Saham lain yang juga aktif ditransaksikan adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mencapai Rp512,9 miliar. Sama seperti sahan BUMI, saham BBRI juga tercatat melemah 1,97 persen ke level Rp4.470 di akhir sesi I.

Saham ketiga yang paling aktif ditransaksikan adalah saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp346 miliar. Saham BBCA terpantau menguat 0,30 persen ke level Rp8.300 pada perdagangan sesi I hari ini.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang memperkirakan IHSG bergerak melemah hari ini. Beberapa indikator yang menjadi penurun IHSG tersebut adalah menurunya indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 0,55 persen pada hari kedua dan juga turunnya indeks saham teknologi Nasdaq sebesar 85,95 poin atau 0,74 persen pada hari ketujuh.

Adapun indeks Nasdaq telah mengalami penurunan tajam, hingga 1.116,2 poin atau 9,02 persen selama tujuh hari.

Selain itu terdapat pula sentimen dari menurunnya harga beberapa komoditas seperti harga CPO (Crude Palm Oil) sebanyak 3,03 persen pada hari ke delapan. Harga CPO telah menurun tajam 15,15 persen selama 8 hari.

Kemudian harga emas juga menurun sebesar 0,49 persen pada hari kedua sehingga sudah menurun sebanyak 0,57 persen selama dua hari. Lalu, harga minyak juga menurun 2,09 persen pada hari pertama, beriringan dengan harga batu bara yang turun 2,70 persen di hari pertama.

“Ditengah naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun mendekati level 3,4 persen,” ujar Edwin dalam risetnya Rabu (7/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper