Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Bitcoin dkk. Harap-Harap Cemas Menantikan Hasil Risalah The Fed

Sentimen yang akan mempengaruhi pasar kripto adalah sikap para investor yang tengah menanti hasil risalah rapat (minutes of meeting) dari The Fed.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 17 Agustus 2022  |  16:30 WIB
Investor Bitcoin dkk. Harap-Harap Cemas Menantikan Hasil Risalah The Fed
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil risalah rapat (minutes of meeting) dari Bank Sentral Amerika Serikat, yakni The Fed yang akan rilis pada Kamis (18/8/2022) dini hari, diperkirakan menjadi penentu bagi pergerakan harga aset kripto setidaknya hingga akhir tahun ini.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono sentimen yang akan mempengaruhi pasar kripto adalah para investor yang tengah menanti hasil risalah rapat (minutes of meeting) dari The Fed

Menurut Afid, risalah tersebut diharapkan dapat memberi gambaran terkait kebijakan moneter yang akan diambil oleh The Fed ke depannya.

"Jadi, jika tidak ada perubahan dari keputusan sebelumnya, di mana The Fed akan bersikap tenang menekan laju inflasi AS, prospek market kripto masih tetap terlihat menjanjikan di jangka menengah," jelas Afid, dalam siaran persnya, Rabu (17/8/2022)

Dia memperkirakan pasar aset kripto akan menguat jelang akhir tahun. Hal ini didukung oleh Departemen Ketenagakerjaan AS yang mengumumkan inflasi tahunan mencapai 8,5 persen pada bulan Juli.

Melandainya inflasi dapat membuat The Fed mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Inilah yang akan membuat para investor mulai berani mengambil risiko di pasar kripto

Melandainya inflasi dapat membuat The Fed mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Hal inilah yang akan membuat para investor mulai berani mengambil risiko di pasar kripto.

Afid menilai, para investor masih enggan untuk mengakumulasi Bitcoin. Hal ini lantaran Bitcoin gagal mempertahankan posisinya di atas level US$25.000. Menipisnya trading volume sejak awal juga disebut membuat investor ragu untuk melakukan akumulasi.

Bitcoin saat ini masih mengalami tren peningkatan dengan berada di atas day-20 exponential moving average (EMA). Afid memproyeksikan Bitcoin masih berada di level US$ 25.343 dengan level support berada di level US$ 23.536. Hal ini sebagai pertahanan jika Bitcoin kembali melemah.

Sementara itu, reli harga Bitcoin dan aset kripto terpantau perkasa pada HUT Kemerdekaan Indonesia. Terdapat momen reli singkat yang mendorong beberapa aset kripto big cap mengalami lonjakan harga.

Mengutip data CoinMarketCap, Rabu (17/8/2022) harga Bitcoin (BTC) terpantau naik 0,92 persen ke level US$24.122 per koin.

Sementara itu, harga XRP tercatat menguat 4,88 persen, Cardano (ADA) naik 4,67 persen, Solana (SOL) naik 2,55 persen, dan Ethereum (ETH) tercatat menguat 2,37 persen.

Afid menjelaskan pergerakan harga tersebut terpantau memulih pasca terbaring lemas sejak awal pekan. Afid menyebut para investor sedang mengambil risiko pasar yang tinggi.

"Hal ini terbukti dari performa altcoin yang lebih baik dari aset kripto yang lebih aman, sebut saja seperti BTC dan ETH. SHIB, DOGE, XTZ dan CHZ tumbuh sangat baik pada pekan ini. Tingginya selera risiko investor juga tercermin dari nilai indeks BTC Dominance yang saat ini berada di 39,9%, jauh lebih rendah dari 48 persen dua bulan sebelumnya," kata Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kebijakan The Fed the fed bitcoin aset kripto cryptocurrency
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top