Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AKR Corporindo AKRA Optimistis Pendapatan Rp40 Triliun Akhir 2022

Manajemen memperkirakan pendapatan AKRA dapat mencapai lebih dari Rp40 triliun pada 2022.
Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesomo. Manajemen memperkirakan pendapatan AKRA dapat mencapai lebih dari Rp40 triliun pada 2022. /Istimewa
Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesomo. Manajemen memperkirakan pendapatan AKRA dapat mencapai lebih dari Rp40 triliun pada 2022. /Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distribusi minyak dan bahan kimia PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) optimistis pendapatan dan laba bersih perseroan dapat meningkat dobel digit hingga akhir 2022.

Direktur AKRA Suresh Vembu mengatakan, tahun ini pihaknya memperkirakan pendapatan AKRA dapat mencapai lebih dari Rp40 triliun. Hal ini didorong oleh naiknya harga minyak dan volume penjualan yang meningkat.

"Pendapatan perkiraan double digit, karena harga minyak naik, volumenya naik, tahun ini perkiraannya lebih dari Rp40 triliun," kata Suresh ditemui usai Bisnis Indonesia Award 2022, di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Sebagai informasi, AKRA mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp25,4 triliun di akhir tahun 2021. Sementara, pendapatan sewa perseroan sebesar Rp243,6 miliar pada tahun lalu.

Dia melanjutkan, dilihat dari enam bulan pertama 2022, laba bersih AKRA telah meningkat 74 persen menjadi Rp955 miliar, dari Rp550,3 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

AKRA memperkiraan laba bersih tahun ini bisa naik 60 persen hingga 70 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp1,1 triliun.

Lebih lanjut, Suresh mengatakan selama dua hingga tiga tahun ini, dengan adanya pandemi dan kondisi geopolitik yang memanas di Rusia dan Ukraina, AKRA tetap menjalankan bisnisnya dengan baik. Dia menyebut, kinerja baik ini tak terlepas dari infrastruktur logistik yang kuat yang dimiliki AKRA.

Dia melanjutkan, meski dunia mengalami supply chain disruption, AKRA tetap dapat menyuplai barangnya karena infrastruktur yang lengkap. Selain itu, dengan harga komoditas yang terus meningkat, Suresh menuturkan AKRA tetap mampu menjaga profitabilitasnya.

"Dalam waktu tiga tahun, laba AKRA naik double digit, dan sampai di periode sekarang juga naik. Itu bukti AKRA bisa mengatur risiko dan suplai barang-barang ke konsumen kami, termasuk kimia dasar dan BBM," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper