Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Data Kinerja Emiten Kesehatan yang Kurang Sehat pada Semester I/2022

Cek data perbandingan kinerja emiten subsektor penyedia jasa kesehatan sebagaimana dihimpun DataIndonesia.id di sini.
DataIndonesia.id
DataIndonesia.id - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  16:37 WIB
Cek Data Kinerja Emiten Kesehatan yang Kurang Sehat pada Semester I/2022
Foto ilustrasi penanganan pasien di sebuah rumah sakit. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Cek data perbandingan kinerja emiten subsektor penyedia jasa kesehatan sebagaimana dihimpun DataIndonesia.id di sini.

Data yang dihimpun antara lain perbandingan pendapatan, perbandingan pertumbuhan pendapatan, perbandingan laba bersih, perbandingan total aset, perbandingan liabilitas, serta perbandingan ekuitas.

Selain itu, ada perbandingan ROA atau rasio pengembalian aset, perbandingan ROE atau rasio pengembalian ekuitas, serta perbandingan NPM atau net profit margin. Ada juga data emiten dengan DER atau debt to equity ratio di bawah 1.

Data beserta visualisasi dan analisis selengkapnya dapat disimak melalui DataIndonesia.id dalam laporan Kala Emiten Penyedia Jasa Kesehatan Kurang Sehat di sini.

Sejumlah emiten yang tergabung dalam subsektor penyedia jasa kesehatan kurang menunjukkan performa prima selama paruh pertama tahun ini.

Rata-rata pendapatan dan laba bersih lima emiten di subsektor tersebut yang telah merilis laporan keuangannya mengalami tekanan pada semester I/2022. Selengkapnya di sini

Secara rinci, rata-rata pendapatan emiten penyedia jasa kesehatan terpantau turun 17%. Hal itu ikut menggerus rata-rata pertumbuhan laba bersih yang minus hingga 68,85%.

Walau demikian, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) masih mencatatkan nominal pendapatan terbesar di antara emiten penyedia jasa kesehatan lainnya pada semester I/2022.

HEAL mampu meraup pendapatan hingga Rp2,33 triliun, turun 24,82% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,09 triliun. Selengkapnya di sini.

Sementara itu, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menjadi emiten penyedia jasa kesehatan yang mencetak laba bersih paling jumbo hingga Rp529,76 miliar.

Hanya saja, jumlahnya menyusut 13,98% dibandingkan pada semester I/2022 yang sebesar Rp615,88 miliar. 

Melihat pergerakannya, penurunan pendapatan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) paling tipis sebesar 1,54% (yoy) dari Rp647,89 miliar menjadi Rp637,92 miliar.

Laba bersih PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menyusut paling rendah sebesar 13,98% (yoy) dari Rp615,89 miliar menjadi Rp529,76 miliar.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) menjadi satu-satunya emiten penyedia jasa kesehatan yang mengalami rugi bersih hingga Rp24,77 miliar.

Perolehan tersebut kontras dari periode yang sama tahun lalu dengan untung bersih Rp87,89 miliar. Tekanan kinerja usaha ini terjadi di tengah masa transisi dari pandemi menjadi endemi, seiring melandainya kasus Covid-19.

Dari emiten yang telah merilis laporan keuangannya, penurunan pendapatan hampir terjadi di seluruh lini bisnis, seperti pendapatan rawat inap, rawat jalan, hingga obat serta perlengkapan medis.

Hingga laporan tersebut dibuat, masih ada enam emiten lainn yang belum mempublikasikan kinerja usahanya pada semester II/2022.

Mereka adalah PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS), PT Bundamedik Tbk. (BMHS), PT Royal Prima Tbk. (PRIM), dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE).

Simak data beserta visualisasi dan analisis selengkapnya melalui laporan berjudul Kala Emiten Penyedia Jasa Kesehatan Kurang Sehat di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah sakit Kinerja Emiten

Sumber : DataIndonesia.id

Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top