Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Pemegang Saham DANA hingga Prospek EXCL

Berita tentang resmi masuknya investor baru di DANA hingga right issue EXCL menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  07:11 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Pemegang Saham DANA hingga Prospek EXCL
Siluet warga melakukan transaksi melalui aplikasi DANA di Jakarta, Jumat (7/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Grup Sinarmas dan Lazada mengucurkan modal masing-masing US$200 juta dan US$304,5 juta untuk menguasai saham dompet digital DANA. Aksi kedua grup raksasa ini turut menambah pundi-pundi keuntungan bagi Grup Emtek yang menjadi pengendali awal DANA.

Berita tentang resmi masuknya investor baru di DANA menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight BisnisIndonesia.id, Jumat (12/8/2022):

1. EMTK Taking Profit, Ini Daftar Pemegang Saham DANA Yang Baru

Grup Emtek dan Sinar Mas menyampaikan dua pengumuman berbeda terkait dengan aksi korporasi jual beli saham PT Elang Andalan Nusantara (EAN), perusahaan yang mengendalikan dompet digital DANA.

Berdasarkan Laporan Keuangan 2021 PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) atau Grup Emtek, EAN selama ini merupakan entitas anak dari grup tersebut melalui PT Kreatif Media Karya (KMK). Hingga akhir 2020, KMK mengendalikan 55 persen saham EAN sehingga berstatus sebagai pengendali.

Namun, 30 Desember 2020, KMK menjual 6 persen sahamnya di EAN kepada pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya. Sejak itu, KMK kehilangan kepengendalian di EAN, sebab porsi kepemilikannya sudah di bawah 50 persen, tepatnya 49 persen. Porsi tersebut bertahan hingga paruh pertama 2022 ini.

2. Menilik Jurus Presiden Jokowi Tak Tinggalkan Proyek Mangkrak

Presiden Joko Widodo di awal tahun pemerintahannya terus gencar menghimbau agar tak ada proyek yang mangkrak. Bahkan untuk proyek infrastruktur yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) telah dilakukan penyesuaian daftar proyek sejak awal pemerintahan agar tak meninggalkan proyek mangkrak setelah tahun 2024. 

Berdasarkan catatan Bisnis, penetapan PSN pertama kali melalui Peraturan Presiden (PP) Republik Indonesia No 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dimana terdapat daftar 225 proyek dan 1 program. Setahun kemudian, daftar PSN tersebut kembali direvisi dalam PP No 58 Tahun 2017 yang ditandatangani 15 Juni 2017 dimana daftar PSN menjadi 245 proyek dan 3 program. Dalam Perpres ini, terdapat 55 proyek baru dan satu program industri pesawat terbang.  

Lalu daftar PSN tersebut kembali diubah di tahun 2018. Dalam PP No 56 Tahun 2018, yang ditandatangani 20 Juli 2018, memuat 223 Proyek Strategis Nasional dan 3 Program. Dua tahun kemudian yakni pada 17 November 2020, Pemerintah kembali mengeluarkan PP Nomor 109 Tahun 2020 menguraikan daftar baru sebanyak 201 PS N dan 10 program.Di tahun lalu, tepatnya 2 Februari 2021 pemerintah kembali mengubah daftar PSN menjadi 208 proyek dan 10 program yang dikuatkan dalam  PP 42/2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

3. Melaju Produksi Serat Rayon Untuk Gaet Pasar Ekspor

Penggunaan bahan baku rayon yang lebih ramah lingkungan bagi industri tekstil akan semarak seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi hingga 1 juta ton per tahun pada tahun ini.

Sejauh ini, pergeseran penggunaan bahan baku dari kapas ke rayon dalam 10 tahun terakhir memang tidak sebanyak poliester.

Meski demikian, kampanye produk yang berkelanjutan telah meningkatkan minat penggunaan produk semi sintetis seperti rayon terutama untuk membidik pasar ekspor.

4. Meneropong Dampak Kenaikan Tarif Royalti Progresif Batu Bara

einginan pemerintah untuk mengenakan kebijakan baru terkait dengan penerimaan negara dan royalti ekspor batu bara diyakini mampu menciptakan keadilan usaha di industri pertambangan dalam negeri, meskipun dampak kenaikan tarif royalti progresif batu bara itu juga akan menambah beban pengusaha. 

Dari sisi pemerintah, penerimaan negara dari ekspor batu bara perlu dimaksimalkan terlebih ketika harga emas hitam itu sedang tinggi-tingginya. Salah satunya, dengan menaikkan tarif royalti yang berlaku progresif bagi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan atau IUP.

5. Efek Restu Rights Issue Pada Prospek Saham EXCL 2022

Pemegang saham emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. merestui rencana perseroan untuk melakukan penambahan modal melalui emisi saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) III. Bagaimana dampak aksi ini pada prospek saham emiten berkode EXCL ini?

EXCL berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,75 miliar saham baru dengan memberikan hak untuk memesan efek terlebih dahulu (HMETD) kepada pemegang saham existing atau rights issue. Nilai nominal per saham yakni Rp100, sedangkan harga pelaksanaannya belum ditentukan.

Perseroan juga bakal menyiapkan investor strategis yang bakal menyerap hak yang tidak terserap dalam aksi ini, tetapi identitas pembeli siaga tersebut belum diungkapkan. Jika pemegang saham existing tidak menebus haknya, maka porsi kepemilikannya dapat terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 20,49 persen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emtek batu bara

Sumber : BisnisIndonesia.id

Editor : Asteria Desi Kartika Sari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top