Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semarak IPO, Dua Sektor Ini Dinilai Paling Prospektif

Perusahaan di dua sektor ini dinilai memiliki prospek baik dalam melakukan IPO didukung sejumlah faktor, termasuk geopolitik.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  20:40 WIB
Semarak IPO, Dua Sektor Ini Dinilai Paling Prospektif
Berdasarkan data BEI, sudah ada 34 emiten baru yang masuk sepanjang 2022 sehingga total perusahaan tercatat di BEI mencapai 800 perusahaan. Bisnis / Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Di antara semarak initial public offering (IPO) sepanjang tahun ini, terdapat dua sektor yang dinilai memiliki prospek tertinggi. Adapun, sebelumnya diketahui, sebanyak 34 emiten telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai 5 Agustus dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp20,1 triliun.

Tambahan 34 emiten baru ini sekaligus menggenapkan jumlah perusahaan tercatat di BEI menjadi 800 emiten.

PT Bursa Efek Indonesia melaporkan masih terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Artinya, jumlah perusahaan tercatat sampai akhir 2022 berpotensi mencapai 830 perusahaan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kondisi pasar saat ini menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan di sektor energi dan konsumer untuk melakukan aksi penggalangan dana publik melalui IPO.

Menurutnya, konflik geopolitik yang masih berlanjut dan memicu kenaikan permintaan komoditas energi akan memberi ruang bagi perusahaan di sektor energi.

“Karena harga masih bagus, perusahaan dari sektor pertambangan, terutama untuk komoditas energi bisa memanfaatkan momentum. Prospeknya cukup baik,” katanya, Minggu (7/8/2022).

Nico juga mengatakan perusahaan dari sektor consumer non-cyclical bisa memanfaatkan momen pemulihan ekonomi untuk mencatatkan sahamnya. Meski konsumsi dibayangi kenaikan harga dan penurunan daya beli karena inflasi, Nico mengatakan sektor consumer non-cyclical cenderung lebih resisten.

“Sektor ini cukup mampu bertahan di tengah tantangan tersebut dan tidak terlalu terimbas, jadi kinerjanya ke depan bisa tetap terjaga,” kata dia.

Sementara itu, BEI akan kembali diramaikan oleh empat pendatang baru yang akan mencatatkan sahamnya pada Senin besok (8/8/2022). Empat perusahaan tersebut adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo, PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI).

Di antara keempat emiten anyar ini, MORA yang melepas 2.525.464.300 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga final Rp396 per saham akan menjadi yang paling banyak menghimpun dana IPO. Dana yang dikumpulkan dari aksi ini bakal mencapai Rp1 triliun.

Selanjutnya, ELPI yang melepas 1.112.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran final Rp200 per saham akan meraih dana hasil IPO sebesar Rp222,40 miliar.

Emiten distributor produk kimia PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) akan mengumpulkan dana IPO sebesar Rp31,5 miliar dari 300 juta saham yang dilepas ke publik dengan harga Rp105 per saham.

Sementara itu, PT Estee Gold Feed Tbk. (EURO) yang bergerak di industri pengisian jasa aerosol kosmetik dan bahan pembersih keperluan rumah tangga menawarkan 500 juta saham dengan harga Rp70. Ini merupakan rekor harga penawaran terendah di BEI dengan dana IPO yang dihimpun Rp35 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo initial public offering bursa efek indonesia emiten baru bursa saham dana ipo
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top