Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semarak IPO di Sisa 2022, Sektor Mana Paling Menjanjikan?

Pilah pilih saham emiten anyar di lantai bursa, simak rekomendasi sektor paling menjanjikan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  20:24 WIB
Semarak IPO di Sisa 2022, Sektor Mana Paling Menjanjikan?
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pencatatan perdana atau initial public offering (IPO) semakin semarak pada paruh kedua tahun ini. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencatat perusahaan publik ke-800 pada Jumat (5/8/2022), seiring dengan melantainya PT Sari Kreasi Boga Tbk. (RAFI). Sepanjang 2022, sudah ada 34 emiten baru yang terdaftar di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp20,1 triliun.

BEI juga melaporkan masih terdapat 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Artinya, jumlah perusahaan tercatat sampai akhir 2022 berpotensi mencapai 830 perusahaan.

Melanjutkan semarak IPO pada Agustus 2022, BEI akan kembali diramaikan oleh empat pendatang baru yang akan mencatatkan sahamnya pada Senin besok (8/8/2022). Sebanyak empat perusahaan tersebut antara lain PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo, PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES), dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI).

Di antara keempat emiten anyar ini, MORA yang melepas 2.525.464.300 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dan harga final Rp396 per saham akan menjadi yang paling banyak menghimpun dana IPO. Dana yang dikumpulkan dari aksi ini bakal mencapai Rp1 triliun.

Selanjutnya, ELPI yang melepas 1.112.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran final Rp200 per saham akan meraih dana hasil IPO sebesar Rp222,40 miliar.

Emiten distributor produk kimia PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk. (KKES) akan mengumpulkan dana IPO sebesar Rp31,5 miliar dari 300 juta saham yang dilepas ke publik dengan harga Rp105 per saham.

Sementara itu, PT Estee Gold Feed Tbk. (EURO) yang bergerak di industri pengisian jasa aerosol kosmetik dan bahan pembersih keperluan rumah tangga menawarkan 500 juta saham dengan harga Rp70. Ini merupakan rekor harga penawaran terendah di BEI dengan dana IPO yang dihimpun Rp35 miliar.

Vice President of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan prospek kinerja dari emiten-emiten anyar ini akan sangat ditentukan oleh fundamental perusahaan tersebut.

Di tengah momen pemulihan dan kondisi perekonomian yang melanjutkan pertumbuhan, dia mengatakan setiap sektor berpeluang menorehkan kinerja yang positif.

“Untuk sektor telekomunikasi, dalam konteks pandemi yang masih berlangsung, peluangnya tetap besar karena kebutuhan komunikasi terus ada. Begitu pula dari sisi logistik atau pelayaran dengan aktivitas perdagangan yang jauh lebih baik di tengah pelonggaran mobilitas,” katanya, Minggu (7/8/2022).

Namun untuk sisa 2022, Wawan mengemukakan terdapat beberapa sektor yang memiliki prospek melampaui sektor lainnya yakni bisnis berbasis komoditas, perbankan, dan consumer goods.

“Untuk yang berbasis komoditas momennya tepat karena harga sedang tinggi, terutama komoditas energi. Jika mau IPO, valuasi perusahaan yang mau IPO bisa lebih tinggi juga karena kinerja sedang bagus,” lanjut Wawan.

Perusahaan di sektor perbankan dan consumer goods juga berpeluang memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi jika ingin melakukan aksi penghimpunan dana publik melalui IPO. Kondisi ini, lanjut dia, menjadi pertanda kegiatan bisnis meningkat sehingga pendapatan berpotensi naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo initial public offering bursa efek indonesia emiten baru rekomendasi saham bursa saham
Editor : Reni Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top