Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bitcoin Naik Tembus US$23.000, Waktunya Beli Lagi?

Investor kripto dinilai masih wait and see untuk melakukan aksi beli Bitcoin.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  10:59 WIB
Harga Bitcoin Naik Tembus US$23.000, Waktunya Beli Lagi?
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga bitcoin dan deretan altcoin terpantau cukup bervariasi pada perdagangan hari ini.

Mengutip data CoinMarketCap, Jumat (5/8/2022), pada 10.46 WIB harga bitcoin naik 0,10 persen dalam 24 jam terakhir ke posisi US$23.131. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sebelumya sempat turun 0,86 persen ke posisi US$22.940. pada 10.30 WIB.

Sementara itu, harga sejumlah altcoin juga kompak menguat, antaralain ethereum (ETH) naik 0,44 persen menjadi US$1.658, solana (SOL) terkerek 1,58 persen ke level US$40, dan binance (BNB) juga melemah tipis 3,13 persen ke US$313,62.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pola pergerakan pasar kripto masih sulit menampilkan performa terbaik karena sejumlah alasan.

Pertama, market dinilai gagal bangkit setelah banyak investor melakukan aksi profit taking seiring volume perdagangan yang menurun sejak Senin, (1/8/2022). Investor diyakini wait and see di pasar kripto.

“Volume transaksi khususnya bitcoin terpantau sideways. Investor juga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika bitcoin gagal tembus level resistensinya di US$23.000 sehingga terjadi aksi profit taking,” ungkap Afid dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (5/8/2022).

Dirinya melihat koreksi harga bitcoin saat ini masih tergolong normal di pasar kripto. Sebelum aset kripto menguat kembali, kenaikan harga harus dibarengi dengan koreksi atau retest terlebih dahulu.

“Perilaku investor saat ini normal, dan jika besarnya aksi ambil untung ini meningkat dalam beberapa minggu ke depan, mereka dapat bertindak sebagai katalis untuk kelanjutan bearish lainnya dalam jangka pendek,” imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu kemarin, pasar kripto sempat terkena sentimen ketegangan geopolitik yang melibatkan China, saat Ketua DPR AS Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan.

Afid meyakini, apabila pasar saham anjlok, maka pasar kripto pun akan terpengaruh. Apalagi, Taiwan sebagai produsen chip semiconductor dapat mengganggu pasokan dan berpengaruh pada mining kripto.

Dari sisi analisis teknikal, level resistensi bitcoin saat ini berada di posisi US$23.509 dan titik support terdekatnya pada US$22.850.

“Selama koreksi harga bitcoin tidak breakout di support US$21.000, maka ini masih termasuk hal normal,” tutup Afid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aset kripto bitcoin cryptocurrency Ethereum bitcoin
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top