Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melihat Prospek Investasi Aset Kripto, Untung atau Buntung di Masa Depan?

Industri kripto telah mendapat banyak tekanan tahun ini di tengah jatuhnya valuasi, kegagalan Three Arrows Capital dan perusahaan lain, serta banyak serangan.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  18:54 WIB
Melihat Prospek Investasi Aset Kripto, Untung atau Buntung di Masa Depan?
Investor memantau pergerakan harga kripto melalui ponselnya di Jakarta, Minggu (20/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - The Pictet Group, bank swasta multinasional Swiss dan perusahaan jasa keuangan yang didirikan di Swiss, mewanti-wanti investasi cryptocurrency di tengah gejolak industri baru-baru ini.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (4/8/2022), industri kripto telah mengalami kehancuran tahun ini di tengah jatuhnya valuasi, kegagalan dana lindung nilai Three Arrows Capital dan perusahaan lain, serta banyak serangan oleh peretas. Antara puncak November Bitcoin dan akhir Juni, kapitalisasi pasar aset kripto anjlok hingga US$2 triliun.

Raksasa perbankan menghindari crypto selama bertahun-tahun — CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon terkenal menyebut Bitcoin sebagai “penipuan” pada 2017.

Namun, dengan lonjakan aset dalam tiga tahun terakhir, beberapa mulai mengubah pendirian mereka. Baru-baru ini, Julius Baer Group Ltd. mengungkapkan sedang berupaya menawarkan layanan dalam aset digital kepada kliennya yang kaya.

Sementara, Fidelity Investments sedang bersiap untuk meluncurkan produk yang akan memungkinkan investasi Bitcoin pada rekening pensiun di tempat kerja. Citigroup Inc. dan Morgan Stanley juga mulai membantu klien kaya bertaruh pada crypto.

CEO Pictet group Tee Fong Seng mengatakan aset kripto akan menjadi kelas aset yang tidak dapat diabaikan, tetapi dia tidak berpikir aset ini menjadi pilihan bagi sektor perbankan untuk dijadikan portofolio.

“Jika Anda melihat volatilitas selama dua tahun terakhir, Anda dapat menghasilkan banyak uang, Anda dapat kehilangan banyak uang. Pertanyaannya adalah, kapan kita membawa klien ke dalamnya?” ungkap Seng.

Investor veteran Jim Rogers termasuk di antara mereka yang waspada untuk terjun ke industri kripto.

“Saya tidak berinvestasi di dalamnya karena banteng mengatakan akan ada uang. Jawaban saya adalah jika dan ketika semua uang kita ada di komputer, itu akan menjadi uang pemerintah,” kata Rogers.

Namun, pada kenyataannya tidak semuanya menolak.

Kepala pemasaran Tokocrypto Indonesia Nanda Ivens mengatakan fund manager dan institusi modal ventura semakin tertarik pada ruang aset kripto.

“Ada banyak minat untuk proyek-proyek Web3, terutama ketika ada aliran positif dan bagus yang datang melalui dana modal ventura Web3,” ungkapnya kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aset kripto bitcoin
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top