Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Investasi Astra di Startup hingga Kejayaan Pasar Apartemen

Berita tentang investasi Grup Astra ke startup menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bi
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 Juli 2022  |  07:47 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.id: Investasi Astra di Startup hingga Kejayaan Pasar Apartemen
Ilustrasi Startup. Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Grup konglomerasi, PT Astra International Tbk. (ASII) telah mencatatkan sejumlah aksi korporasi sepanjang paruh pertama tahun ini, khususnya di sektor startup. Total, Grup Astra telah menggelontorkan dana hampir Rp500 miliar sepanjang semester I/2022.

Berita tentang investasi Grup Astra ke startup menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Sabtu (30/7/2022):

  1. Menghitung Janji Investasi dari Korsel, Jepang, dan China

Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi beserta rombongan Kamis malam (28/7/2022) bertolak ke Tanah Air. Penerbangan dari Korea Selatan menjadi penutup lawatan Presiden ke tiga negara di Asia Timur. Komitmen investasi dan kerja sama ekonomi menjadi oleh-oleh Presiden Jokowi dari Korea Selatan, Jepang, dan China.

Selain bertemu dengan para kepala negara, Presiden Jokowi membuka forum komunikasi dengan pengusaha-pengusaha besar di tiga negara tersebut. Hasilnya, deal bisnis atau komitmen investasi dengan nilai besar dibawa pulang ke Indonesia.

Dari Korea Selatan, disepakati kerja sama di sejumlah bidang. Komitmen investasi US$6,72 miliar atau setara Rp100 triliun menjadi oleh-oleh yang tidak sedikit.

Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama Presiden Yoon Suk-yeol, di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul, Kamis (28/7/2022)./BPMI Setpres-Laily Rachev

  1. PDB AS Menyusut Lagi, Mungkinkah Presiden AS Joe Biden Mundur?

Amerika Serikat kembali mengalami penyusutan pertumbuhan menyusul data terbaru yang dirilis Biro Riset Ekonomi Nasioan AS. Dalam tiga tiga bulan terakhir, atau kuartal kedua, ekonomi AS menyusut 0,9 persen. Kubu Pemerintahan Biden, yang akan menghadapi pemilu sela pada November mendatang, bersikukuh AS belum masuk dalam kategori resesi.

Selama ini ada pendapat bahwa negara yang mengalami kontraksi perekonomian dalam dua kuartal berturut-turut digolongkan (secara teknis) sudah mengalami resesi. Namun, istilah teknis tersebut bukanlahlah istilah resmi di AS.

Sebelumnya, pada Januari-Maret atau kuartal pertama 2022 ekonomi AS tercatat menyusut 1,6 persen.  Kondisi itu mendorong perdebatan apakan AS sudah bisa dikatakan mengalami resesi atau tidak.

  1. Investasi Grup Astra Kala Pendanaan Startup Kian Seret

Tahun ini bisa dibilang menjadi musim kemarau bagi pendanaan startup. Meski begitu investor tetap berani menggelontorkan dana mereka ke bisnis rintisan meski di tengah risiko. Konglomerasi Grup Astra menjadi salah satu investor yang cukup getol untuk masuk bisnis startup.

Ketidakpastian ekonomi sebagai risiko dari resesi di Amerika Serikat (AS) juga menjadi salah satu alasan para pemain startup semakin sulit mendapatkan pendanaan. Apalagi banyak perusahaan modal ventura banyak yang berasal dari AS atau negara maju lainnya.

Grup konglomerasi, PT Astra International Tbk. (ASII) telah mencatatkan sejumlah aksi korporasi sepanjang paruh pertama tahun ini, khususnya di sektor startup. Total, Grup Astra telah menggelontorkan dana hampir Rp500 miliar sepanjang Semester I/2022.Teranyar, Grup Astra sepanjang tahun berjalan telah memodali tiga startup. Mereka adalah Sayurbox, Paxel dan Mapan.

  1. Dana Pemda Numpuk di Bank, Pemerintah Pusat Akan Memangkasnya

Masalah klasik penumpukan dana pemerintah daerah di bank hingga saat ini masih belum terselesaikan. Pemerintah pusat sedang menyiapkan regulasi baru yang akan mendorong terpangkasnya dana daerah yang tidak digunakan.

Regulasi yang bisa juga dinilai sebagai sanksi tersebut memungkinkan pemerintah pusat menahan transfer keuangan ke daerah.

Penumpukan dana pemerintah daerah di bank bukan semata-mata faktor sumber daya manusia yang menjalankan pemerintahan. Masalahnya dinilai kompleks dan struktural, sehingga kerap belum terselesaikan.

  1. Menanti Kembali Masa Emas Kejayaan Pasar Properti Apartemen

Sektor apartemen dan kondominium masih mengalami tekanan yang cukup besar dan belum pulih akibat kondisi yang tengah oversupply dan hantaman pandemi Covid-19 yang belum usai.

Penjualan kondominium dan apartemen pada kuartal II/2022 masih menunjukkan tren yang relatif lemah. Dalam laporan terbaru yang dirilis konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, di kuartal II tahun ini penjualan kondominium masih melambat di bawah 40 persen.

Padahal pada 2014, tingkat penjualan kondominium berada di angka 75 persen untuk seluruh produk yang ditawarkan di pasar. Setahun kemudian, tingkat permintaan tertekan dan berada di bawah angka 62 persen, tren tersebut berlanjut hingga beberapa tahun terakhir ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Top 5 News Bisnisindonesia.id
Editor : Emanuel B. Caesario
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top