Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Unilever Indonesia (UNVR) Beberkan Faktor Pendorong Kinerja Semester I/2022

Segmen produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan UNVR di semester I/2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  19:08 WIB
Unilever Indonesia (UNVR) Beberkan Faktor Pendorong Kinerja Semester I/2022
Dari kiri ke kanan, Direktur Customer Operation UNVR Enny Hartati, Direktur Utama UNVR Ira Noviarti, dan Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan UNVR Reski Damayanti saat konferensi pers dengan media, Rabu (15/6/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) membukukan kenaikan kinerja sepanjang semester I/2022.

Laba perseroan tercatat tumbuh 12,6 persen menjadi Rp3,42 triliun dari Rp3,04 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasi Selasa (26/7/2022), penjualan bersih Unilever Indonesia tercatat mencapai Rp21,46 triliun, naik 6,37 persen secara yoy dibandingkan dengan Rp20,17 triliun pada semester I/2022.

Segmen produk kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh masih menjadi kontributor terbesar dengan penjualan mencapai Rp14,23 triliun di paruh pertama 2022, naik dari realisasi semester I/2021 sebesar Rp13,48 triliun. Segmen makanan dan minuman juga memperlihatkan pertumbuhan dari tahun sebelumnya Rp6,68 triliun.

Unilever juga melaporkan kenaikan harga pokok penjualan sebesar 11,97 persen yoy menjadi Rp11,11 triliun dari Rp9,92 triliun. Meski demikian, laba kotor tetap naik sebesar 0,95 persen menjadi Rp10,34 triliun.

Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 11,06 persen yoy sehingga menjadi Rp4,48 triliun. Kenaikan terutama didukung oleh turunnya beban umum dan administrasi dari Rp1,99 triliun pada semester I/2021 menjadi Rp1,54 triliun di semester I/2022.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengemukakan capaian kinerja semester I/2022 tidak terlepas kekuatan merek-merek besar perseroan di berbagai segmen. Sebagai contoh, divisi Foods dan Refreshment (F&R) mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,5 persen berkat kinerja merek kunci seperti Royco, Bango, Sariwangi dan Buavita.

Kinerja positif juga diperlihatkan divisi Personal Care (PC) yang membukukan pertumbuhan penjualan 10,7 persen dan didorong oleh kinerja dari kategori Oral Care dengan merek Pepsodent dan Close-Up dan dari Deodorant dengan merek Rexona.

“Strategi kami adalah memastikan brand ini tetap kuat, tidak hanya dari sisi market development, tetapi tetap bagus saat ada inovasi produk dilakukan,” kata Ira dalam konferensi pers virtual, Selasa (26/7/2022).

Dia juga menambahkan strategi perseroan untuk mengeksplorasi segmen premium telah memberi dorongan positif pada kinerja, meski pangsa terbesar saat ini masih dikuasai oleh segmen menengah. Namun, dia belum bisa mengungkapkan pertumbuhan kontribusi segmen premium pada total penjualan karena memerlukan periode analisis yang lebih panjang.

“Beberapa inovasi ke segmen premium kami luncurkan di kuartal II/2022 dan masih memerlukan analisis dengan rentang waktu yang lebih panjang, mungkin akan kami sampaikan di kuartal III/2022. Namun, bisa saya sampaikan membantu menambah share kami di pasar premium,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Unilever Indonesia Enny Hartati Sampurno mengatakan perseroan berhasil menjaga kinerja penjualan dan laba melalui kebijakan penyesuaian harga jual pada sejumlah merek dan penghematan biaya atau cost saving.

Dia mengakui bahwa UNVR menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, tecermin dari penurunan margin laba kotor sebesar 133 basis poin menjadi 47,7 persen pada kuartal II/2022 dan penurunan 259 basis poin sepanjang semester I/2022 ke level 48,2 persen.

“Menghadapi tantangan ini kami siapkan strategi menaikkan harga jual dan program cost saving. Dan ini cukup signifikan dampaknya pada kemampuan kami menjaga laba. Kami juga bermain di portofolio produk kami,” kata Enny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

unilever penjualan Kinerja Emiten consumer goods
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top