Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operasi LRT Jabodebek Mundur Lagi, Adhi Karya (ADHI) Beri Penjelasan

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menjelaskan alasan operasional Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek mundur.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 Juli 2022  |  21:51 WIB
Operasi LRT Jabodebek Mundur Lagi, Adhi Karya (ADHI) Beri Penjelasan
Foto udara gerbong kereta Light Rail Transit (LRT) terparkir di jalur Pancoran, Jakarta, Rabu (12/1/2022). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) menjelaskan alasan operasional Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek mundur. ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) memberikan penjelasan perihal Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek yang jadwal operasinya molor dari target awal. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini mulanya direncanakan beroperasi pada Agustus 2022, tetapi mundur menjadi akhir tahun ini.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menjelaskan bahwa para pemangku kepentingan yang menjalankan proyek ini tengah memastikan kelancaran penyelesaian pembangunan dan persiapan operasi LRT Jabodebek.

Adapun beberapa perusahaan negara yang menjalankan proyek ini selain ADHI adalah PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT INKA (Persero), dan PT Len Industri (Persero).

“Mengingat LRT Jabodebek merupakan kereta pertama dengan teknologi GoA 3 (driverless), dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan serta memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik,” kata Farid dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/7/2022).

Sampai dengan Juni 2022, perkembangan pengerjaan LRT Jabodebek Fase I telah mencapai 91,5 persen dengan perincian lintas layanan I yang mencakup Cawang-Cibubur sebesar 95,3 persen, lintas layanan II (Cawang-Dukuh Atas) sebesar 90,5 persen, lintas layanan III (Cawang-Bekasi Timur sebesar 93 persen, serta depo sebesar 78,5 persen.

Skema pembiayaan proyek ini sendiri melalui Anggaran Belanja Pemerintah dan pembiayaan BUMN, sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No. 49/2017 Ayat 1.

“Sampai dengan saat ini masih belum ada informasi atau kejadian penting lainnya yang material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham ADHI,” katanya.

Sebagaimana diwartakan Bisnis sebelumnya, proyek LRT Jabodebek sudah mundur beberapa kali dari target Commercial Operation Date atau COD. Awalnya, PSN itu ditargetkan beroperasi pada Juli 2019 dan akhirnya digeser ke Agustus 2022 karena kesulitan pembebasan lahan, dan pandemi Covid-19.

Tak hanya mundur dari target, persoalan pendanaan LRT Jabodebek juga masih bermasalah. Proyek ini mulanya bernilai Rp29,9 triliun, kemudian naik Rp2,6 triliun dan saat ini menjadi Rp32,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya adhi LRT lrt jabodebek
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top