Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 5 Juli 2022, Terbebani Greenback

Hari ini harga emas berpeluang dijual untuk menguji level support US$1.801 per troy ounce selama harga tertahan di bawah level resistance US$1.812 per troy ounce.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  15:03 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 5 Juli 2022, Terbebani Greenback
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas global berpeluang melemah terbebani oleh sentimen kenaikan dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (5/6/2022).

Analis Monex Investindo Futures menjelaskan, hari ini harga emas berpeluang dijual untuk menguji level support US$1.801 per troy ounce selama harga tertahan di bawah level resistance US$1.812 per troy ounce.

“Namun, kenaikan lebih tinggi dari level resistance tersebut berpeluang memicu aksi beli terhadap harga emas menguji level resistance selanjutnya US$1.815 per troy ounce,” tulis Monex dalam riset harian, Selasa (5/6/2022).

Di dalam negeri, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual Pegadaian seharga Rp521.000, naik Rp2.000 dari posisi Senin (4/7/2022). Sementara itu, untuk emas 24 karat cetakan Antam ukuran 0,5 gram hari ini justru turun Rp1.000, dibanderol seharga Rp564.000.

Sementara itu, sentimen pasar komoditas dari luar negeri berpusat pada penguatan greenback terhadap mata uang utama lainnya.

Mengutip Bloomberg, mata uang terkait komoditas menahan kenaikan semalam dipicu oleh laporan tarif, yen jatuh dan dolar berfluktuasi. Di pasar obligasi pemerintah AS, imbal hasil tenor 10 tahun melompat melewati 2,95 persen, memperpanjang penurunan obligasi global yang dimulai di Eropa pada Senin.

Selain perkembangan terkait China, para investor juga memantau keputusan suku bunga Australia. Bank sentral, di antara lebih dari 80 yang menaikkan suku bunga tahun ini, diperkirakan akan menerapkan kenaikan suku bunga setengah persen berturut-turut untuk pertama kalinya.

Spekulasi telah meningkat bahwa Presiden Joe Biden dapat mengurangi beberapa tarif era Trump atas impor China senilai US$300 miliar. Para pembuat kebijakan berada di bawah tekanan untuk mengatasi inflasi, yang telah memaksa suku bunga lebih tinggi, melemahkan ekspansi ekonomi dan berkontribusi pada kerugian tajam dalam pasar saham tahun ini.

15:00 WIB

Emas spot melemah di US$1.806,51

Harga emas spot melemah 0,09 persen atau 1,64 poin ke US$1.806,51 per troy ounce pada 14.59 WIB. 

Sementara itu, emas Comex kontrak Agustus 2022 melejit 0,31 persen atau 5,50 poin ke US$1.807,00 per troy ounce. 

13:33 WIB

Emas Comex menguat 0,52 persen

Emas spot berbalik menguat 0,06 persen atau 1,10 poin ke US$1.809,25 per troy ounce pada 13.33 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Agustus 2022 menguat 0,52 persen atau 9,30 poin ke US$1.810,80 per troy ounce. 

11:23 WIB

Emas Comex naik ke US$1.811

Emas spot melemah 0,31 persen atau 5,67 poin ke US$1.810,87 per troy ounce pada 11.17 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak Agustus 2022 menguat 0,55 persen atau 9,90 poin ke US$1.811,40 per troy ounce. 

10:13 WIB

Emas Comex menguat di US$1.810

Emas spot melemah 0,36 persen atau 6,53 poin ke US$1.810,01 per troy ounce pada 10.12 WIB.

Adapun emas Comex kontrak Agustus 2022 menguat 0,49 persen atau 8,80 poin ke US$1.810,30 per troy ounce.

09:03 WIB

Emas spot dan Comex beda arah

Harga emas spot melemah 0,25 persen atau 4,46 poin ke US$1.812,08 per troy ounce pada 09.01 WIB.

Sementara itu, emas Comex masih menguat 0,57 persen atau 10,30 poin ke US$1.811,80 per troy ounce. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex emas
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top