Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Sesi I Terjebak di Zona Merah, Grup Bakrie BUMI & BRMS Longsor

Tercatat, 212 saham menguat, 298 saham melemah dan 164 saham bergerak di tempat pada akhir sesi I IHSG.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  11:48 WIB
IHSG Sesi I Terjebak di Zona Merah, Grup Bakrie BUMI & BRMS Longsor
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (28/6/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.30 WIB IHSG terpantau pada posisi 6.971,28, atau turun 0,64 persen. Sepanjang sesi pertama IHSG bergerak pada rentang 6.960,07-7.012,2.

Tercatat, 212 saham menguat, 298 saham melemah dan 164 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.133,82 triliun.

PT Cilacap Samudra Fishing Industry Tbk (ASHA) terpantau menjadi saham dengan koreksi terbesar sejauh ini setelah melemah 6,94 persen ke Rp161.

Saham lain yang terpantau melemah adalah adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang turun 5,63 persen ke Rp268, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 5,97 persen ke level Rp63 serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan koreksi 5,22 persen ke Rp254.

Direktur MNC Asset Management Edwin Sebayang menilai laju IHSG akan tertekan oleh pelemahan pasar saham global. Pihaknya mencatat indeks Dow Jones kembali terkoreksi 0,20, seiring dengan aksi rebalancing portofolio yang dilakukan investor pada akhir semester I/2022. EIDO juga terkoreksi 1,55 persen di tengah penurunan harga sejumlah komoditas seperti timah yang terperosok 24 persen atau setara US$6.564 per ton.

“Harga emas juga kembali turun 0,22 persen di tengah kembali naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun di level 3,202 persen,” katanya dalam riset, Selasa (28/6/2022).

Meski demikian, Edwin mengatakan katalis berpotensi datang dari naiknya harga batu bara sebesar 1,41 persen mendekati US$393 per ton. Harga minyak jua naik 2,57 persen setelah negara anggota G7 memberikan sanksi baru kepada Rusia. CPO dan nikel juga naik masing-masing sebesar 4,21 persen dan 3,66 persen.

“Naiknya harga komoditas tersebut berpotensi mendorong naik harga saham-saham di bawah komoditas tersebut,” lanjutnya.

Edwin memperkirakan hari ini IHSG bergerak di kisaran 6.924–7.066, sementara rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp14.770-Rp14.830 terhadap dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bumi resources bumi resources minerals ihsg sesi i penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top