Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kondisi Pasar Bearish, Yield SUN Indonesia Bisa Tembus 8,5 Persen?

Prospek kenaikan yield SUN Indonesia ini ditopang oleh kondisi pasar saat ini. Potensi kenaikan suku bunga The Fed akan turut mengerek naik imbal hasil SUN Indonesia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  15:15 WIB
Kondisi Pasar Bearish, Yield SUN Indonesia Bisa Tembus 8,5 Persen?
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) Indonesia kembali menyentuh kisaran 7,5 persen jelang pertemuan The Fed yang dibayangi ekspektasi kenaikan suku bunga acuan.

Data dari World Government Bonds pada Selasa (14/6/2022) mencatat, tingkat imbal hasil SUN Indonesia telah menembus level 7,55 persen. Selama sepekan terakhir, yield SUN Indonesia telah melemah sebesar 52,7 basis poin.

Kenaikan ini terjadi jelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 14 – 15 Juni waktu AS. Pelaku pasar memprediksi terjadinya kenaikan suku bunga signifikan guna mengatasi dampak inflasi AS yang melonjak ke level tertinggi dalam 40 tahun.

Chief Investment Officer STAR AM Susanto Chandra mengatakan, potensi kenaikan suku bunga The Fed akan turut mengerek naik imbal hasil SUN Indonesia. Menurutnya, dengan kondisi bearish di pasar, yield SUN Indonesia bahkan berpotensi menembus kisaran 8 persen.

“Kami melihat range imbal hasil SUN 10 tahun berada di kisaran 7 persen hingga 8,5 persen sebelum akhirnya mengalami penguatan kembal,” katanya saat dihubungi, Selasa (14/6/2022).

Susanto memaparkan, prospek kenaikan yield SUN Indonesia ini ditopang oleh kondisi pasar saat ini. Pada situasi pasar bearish, investor global akan melakukan rebalancing portofolio yang berpotensi menurunkan porsi investasi pada obligasi di Indonesia.

Sentimen tersebut diprediksi masih akan berlanjut selama beberapa waktu ke depan. Menurut Susanto, apabila laju inflasi global, terutama di AS, belum terkendali maka yield SUN Indonesia akan melanjutkan pergerakan naik.

Selain dari global, pasar juga akan memperhatikan laju inflasi Indonesia sepanjang tahun 2022.  Peningkatan laju inflasi global akan meningkatkan harga barang-barang diimpor dari luar negeri, yang nantinya turut meningkatkan inflasi domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun yield surat utang negara the fed
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top