Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mirae Asset Revisi Naik Target Harga Saham Antam (ANTM) Jadi Rp3.700

Mirae melihat adanya kinerja yang cukup menjanjikan untuk proyek nikel Weda Bay Nickel (WBN) Antam (ANTM) di masa mendatang.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 25 Mei 2022  |  13:34 WIB
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat pertumbuhan positif kinerja produksi unaudited komoditas feronikel pada periode triwulan ke-2 tahun 2020 sebesar 6.447 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau naik sebesar dua persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam mendapat revisi naik target harga saham. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Juan Harahap memaparkan, estimasi pendapatan ANTM 2022-2023 direvisi naik masing-masing menjadi Rp41,3 triliun (5,5 persen) dan Rp42,3 triliun (6,5 persen).

“Penyesuaian dilakukan karena kami meningkatkan rata-rata asumsi harga nikel global menjadi US$28.000 per ton masing-masing pada 2022 dan 2023,” jelas Juan dalam risetnya, dikutip Rabu (25/5/2022).

Alasan lainnya, Mirae melihat adanya kinerja yang cukup menjanjikan untuk proyek nikel Weda Bay Nickel (WBN) di masa mendatang. WBN dinilai akan meningkatkan porsi pendapatan ANTM.

Basis penilaian pun diubah oleh Mirae untuk tahun 2023 dengan target harga Rp3.700.

“Target harga kami berdasarkan metode campuran dari target 2023 EBITDA kelipatan 12,8x dan metode penilaian free cash flow to equity (FCFE),” imbuhnya.

Pada kuartal I/2022, ANTM mencatatkan pendapatan sebesar Rp98 triliun, naik 6 persen year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut senada dengan ekspektasi Mirae dan juga konsensus di kisaran 24,9 persen dan 23,8 persen.

Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari segmen feronikel yang bertumbuh 51 persen yoy, dan bijih nikel yang meningkat 70,8 persen yoy.

Laba bersih ANTM tercatat sebesar Rp1,5 triliun, naik 132,5 persen yoy yang jauh melampaui konsensus.

Meski begitu, dana capex perseroan terpantau masih rendah penyerapannya. Dana capex Antam pada kuartal I/2022 senilai Rp508 miliar baru terserap Rp151 miliar saja, atau sekitar 30 persen.

Rencananya, dana capex akan dialokasikan untuk dana operasional sebesar Rp30 miliar, dana proyek joint venture (JV) Rp104 miliar, dan investasi lainnya senilai Rp17 miliar.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu, (25/5/2022), saham ANTM di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau turun 3,50 persen atau setara 90 poin ke posisi 2.480.

Dalam sepekan terakhir, saham ANTM naik 3,78 persen dengan kapitalisasi pasar Rp59,36 triliun.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN antam rekomendasi saham Kinerja Emiten mirae
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top