Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Distribusi Kendaraan Mitra Pinasthika (MPMX) Turun, Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

Hingga kuartal I/2022 seluruh lini bisnis MPMX menunjukkan kinerja yang baik. Akan tetapi, segmen distribusi dan retail perseroan melalui MPM Mulia mengalami penurunan, akibat menurunnya pasokan sepeda motor.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  07:01 WIB
Mekanik mendemonstrasikan penggunaan produk Honda Injector & Part Cleaner saat peluncurannya di Mitra Pinasthika Mulia Part Centre, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan
Mekanik mendemonstrasikan penggunaan produk Honda Injector & Part Cleaner saat peluncurannya di Mitra Pinasthika Mulia Part Centre, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (23/2/2018). - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten distribusi kendaraan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) optimistis dapat mencapai target pendapatan 15 persen pada 2022.

Direktur MPMX Beatrice Kartika menuturkan, hingga kuartal I/2022 seluruh lini bisnis MPMX menunjukkan kinerja yang baik. Akan tetapi, segmen distribusi dan retail perseroan melalui MPM Mulia mengalami penurunan, akibat menurunnya pasokan sepeda motor.

“Tapi hal ini kami perkirakan akan berangsur normal akhir kuartal II/2022,” ucap Beatrice dalam paparan publik MPMX, Rabu (18/5/2022).

Beatrice melanjutkan, lini bisnis transportasi perseroan semakin membaik di kuartal I/2022. Total unit kendaraan yang tersedia untuk disewakan tersedia naik 7 persen yoy, menjadi kurang lebih 12.200 unit, dengan tingkat utilisasi meningkat di level 95 persen.

Dia juga menyebut, penjualan mobil bekas menjadi kontribusi pendorong utama pendapatan MPM Rent. penjualan mobil bekas MPM Rent meningkat 16 persen yoy di kuartal I/2022.

Selain itu, segmen asuransi juga menunjukkan kinerja yang stabil, dengan MPM Insurance mencatatkan pendapatan bersih meningkat 8 persen pada kuartal I/2022 menjadi sekitar Rp73 miliar. Hal ini terutama disebabkan peningkatan premi bruto.

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani menilai, penurunan penjualan sepeda motor MPMX masih bisa ditutupi dari bisnis lainnya, seperti penjualan suku cadang, servis, penjualan mobil dan motor bekas, serta sewa kendaraan.

“Jadi kinerja MPMX masih bisa disokong dari lini bisnis lainnya, karena penjualan mobil bekas, servis, dan suku cadang justru meningkat. Selain itu jasa sewa mobil juga meningkat,” kata Yaki kepada Bisnis, Rabu (18/5/2022).

Dengan kinerja tersebut, secara teknikal BCA Sekuritas melihat masih ada potensi beli (buy) terhadap saham MPMX, dengan target sekitar Rp1.380-Rp1.410.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana secara teknikal mencermati dalam jangka pendek, saham MPMX diperkirakan berpeluang menguat untuk menguji level area Rp1.320 dan Rp1.430 terlebih dahulu.

“Namun demikian, pelaku pasar tetap harus mencermati Rp1.160 sebagai level supportnya. Sedangkan untuk jangka menengah dan panjangnya, silahkan untuk beli saat melemah atau buy on weakness (BoW) apabila break dari support Rp1.160,” tutur Herditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham mitra pinasthika mustika mpmx
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top