Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indo Tambangraya Megah (ITMG) Ikut Proyek Ibu Kota Nusantara IKN

Indo Tambangraya Megah mengadakan acara bertajuk Kick Off Pembagunan Persemaian Mentawir di Ibu Kota Nusantara.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  23:00 WIB
Indo Tambangraya Megah (ITMG) Ikut Proyek Ibu Kota Nusantara IKN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin prosesi Kendi Nusantara atau penyatuan air dan tanah dari seluruh provinsi di Indonesia di kawasan Titik Nol Kilometer IKN, Kalimantan Timur pada Senin (14 Maret 2022) / Youtube Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) ikut berpartisipasi dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada Rabu (18/5/2022) besok, Indo Tambangraya Megah mengadakan acara bertajuk Kick Off Pembagunan Persemaian Mentawir di Ibu Kota Nusantara.

Peresmian akan dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Dalam hal ini, Indo Tambangraya Megah menjadi mitra pemerintah dari badan usaha swasta yang berpartisipasi dalam pembangunannya," papar manajemen ITMG dalam undangannya, Selasa (17/5/2022).

Didirikan pada tahun 1987, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) adalah salah satu perusahaan energi Indonesia dengan lingkup usaha yang terintegrasi mulai dari kegiatan penambangan, pengolahan, dan logistik. Lokasi tambang ITMG di Kalimantan Timur.

Adapun, Persemaian Mentawir merupakan persemaian bibit pohon yang akan ditanam di IKN, sesuai komitmen pemerintah terhadap lingkungan. Persemaian Mentawir terletak di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Dalam kunjungannya ke Persemaian Mentawir pada 14 Maret 2022, . Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawali pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan merehabilitasi hutan yang ada.

“Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kita awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada, agar area-area di IKN dan sekitarnya agar kembali pada fungsi semula yaitu sebagai hutan tropis dan bukan hutan yang monokultur, yang homogen,” ujar Presiden.

Persemaian Mentawir dalam 6-7 bulan ke depan diharapkan akan dapat memproduksi 15 juta-20 juta bibit pohon yang antara lain terdiri atas kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. Dengan penanaman pohon-pohon tersebut, diharapkan akan menarik hewan dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.

“Saya kira semangat awal kita adalah seperti ini dan kita harapkan dengan penanaman kembali habitat yang ada akan kembali seperti semula dan suasana di IKN Nusantara nanti betul-betul seperti konsep yang sudah kita rencanakan yaitu kota hutan,” jelasnya.

Jokowi menambahkan, nantinya jutaan bibit yang dihasilkan dari Persemaian Mentawir akan dibawa ke IKN untuk kemudian ditanam di lahan-lahan kritis.

“Kedua, untuk tanaman di sela-sela tanaman eukaliptus yang ada di sana sehingga saat eukaliptusnya ditebang tanaman-tanaman ini, meranti, kapur, nyatoh, gaharu, bangkirai, jambu-jambu semuanya sudah pada posisi yang tinggi,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Persemaian Mentawir antara lain, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, dan Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe.

Presiden Jokowi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meninjau Persemaian Mentawir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi indo tambangraya megah itmg Ibu Kota Baru IKN
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top