Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI: 36 Perusahaan Siapkan IPO, Aset Skala Besar Dominan

Masih terdapat 36 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 10 Mei 2022  |  13:26 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (tengah) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna (kanan) dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa E. Rustam memberikan keterangan pada paparan publik perusahaan di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (tengah) didampingi Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna (kanan) dan Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Risa E. Rustam memberikan keterangan pada paparan publik perusahaan di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan ada 36 perusahaan di dalam pipeline yang sedang mempersiapkan aksi penawaran umum saham perdana atau IPO. Mayoritas perusahaan tersebut memiliki aset skala besar di atas Rp250 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan sepanjang 2022 ada 19 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp18,3 triliun.

"Di samping itu masih terdapat 36 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," paparnya, Selasa (10/5/2022).

Dari 36 perusahaan dalam pipeline IPO BEI, pembagian berdasarkan klasifikasi aset perusahaan merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 sebagai berikut:

Pertama, 6 perusahaan aset skala kecil (aset dibawah Rp50 miliar); kedua, 14 (empat belas) perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 miliar s.d. Rp250 miliar); dan ketiga, 16 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 miliar). 

Nyoman melanjutkan, dari sisi sektor, 36 perusahaan dalam pipeline IPO BEI terbagi sebagai berikut:

• 2 perusahaan dari sektor Basic Materials;
• 2 perusahaan dari sektor Industrials; 
• 3 perusahaan dari sektor Transportation & Logistic; 
• 7 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals; 
• 7 perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals; 
• 2 perusahaan dari sektor Technology; 
• 2 perusahaan dari sektor Healthcare; 
• 3 perusahaan dari sektor Energy; 
• 3 perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
• 5 perusahaan dari sektor Infrastructures.

Disinggung soal target IPO tahun ini bisa melebihi 54 perusahaan dengan nilai penggalangan dana yang lebih besar dibandingkan tahun lalu, Nyoman menyampaikan, dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi Indonesia yang semakin membaik dan beberapa indikator pasar modal yang juga menunjukkan pertumbuhan positif, BEI mengaku optimistis.

"Kami optimistis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan bagi perusahaan," imbuhnya.

Menurutnya, BEI berupaya memberikan kemudahan bagi semua tingkatan perusahaan untuk dapat melakukan penggalangan dana di pasar modal.

Berdasarkan data pipeline saham saat ini, terlihat minat perusahaan untuk dapat melakukan penggalangan dana di pasar modal Indonesia relatif kondusif. 

Beberapa kemudahan dan relaksasi telah diberikan bagi semua tingkatan perusahaan yang diwujudkan dengan berbagai penyesuaian peraturan dan penyusunan kajian terkait mekanisme pencatatan saham.

"Kami yakin bahwa semua hal positif tersebut turut memberikan optimisme tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya," jelas Nyoman.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei bursa efek indonesia pasar modal ipo Aksi Korporasi
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top