Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gandeng Partner asal China, Target Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Naik

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengumumkan gandengan baru untuk proyek pengolahan dan produksi nikel di Pomala, Kolaka Sulawesi Tenggara.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Mei 2022  |  09:48 WIB
Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dioperasikan PT Vale Indonesia Tbk. di Blok Sorowako  -  PTVI
Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dioperasikan PT Vale Indonesia Tbk. di Blok Sorowako - PTVI

Bisnis.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengumumkan gandengan baru untuk proyek pengolahan dan produksi nikel di Pomala, Kolaka Sulawesi Tenggara.

CEO Vale Indonesia Febriany Eddy mengatakan, bersama dengan rekanan terbarunya asal China, Shejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou), proyek nikel di Pomalaa bisa memproduksi sampai dengan 120.000 ton per tahun.

“Jumlah ini lebih besar tiga kali lipat dari dengan kerja sama sebelumnya, bersama dengan Sumitomo 40.000 sekarang bisa up to 120.000,” ungkap Febri dalam konferensi pers, dikutip Rabu (4/5/2022).

Dia juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat baik. Meskipun masih banyak perizinan yang belum diperoleh namun Vale memastikan proyek tetap berjalan dan bisa turut mendukung rencana pemerintah dalam pengembangan kendaraan listrik.

Bersama dengan Huayou, Febri juga mengatakan proyek akan bisa berjalan lebih cepat dan lebih efisien. Pasalnya, Huayou sudah punya pengalaman dalam proyek serupa.

Proyek Pomalaa juga ditargetkan dapat menyelesaikan proses konstruksi dalam waktu tiga tahun dan dapat beroperasi secara bertahap.

“Akan ada beberapa lini yang dibuat, jadi kalau sudah jadi salah satu akan dipasang dulu, tapi progresnya cepat. Kemudian nanti ada mechanical completion sampai bisa operasi, mereka [Huayou] bilang satu tahun, tapi sebetulnya bisa lebih cepat. Kalau dilihat dari sisi target konstrukri dalam 3 tahun, yang sudah jalan, bisa dilanjutkan dan dipercepat,” jelas Febri.

Dalam kerja sama ini, Huayou akan membangun dan melaksanakan Proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Pomalaa, dan Vale akan memiliki hak untuk mengakuisisi hingga 30 persen saham Proyek HPAL Pomalaa tersebut.

Pada proyek ini, Vale juga berkomitmen untuk meminimalkan jejak karbon proyek dengan tidak menggunakan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Usai mengumumkan rekanan baru, saham emiten bersandi INCO di Bursa Efek Indonesia pada sebelum libur lebaran, Kamis (28/4/2022), juga sudah kembali ke zona hijau, naik 1,74 persen atau 125 poin ke 7.300 setelah sempat ARB pada hari sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Nikel vale indonesia tbk inco
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top