Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Sinarmas (DSSA) Resmi Akuisisi BHP Mitsui Coal Rp17,37 Triliun

Akuisisi ini terbilang menjanjikan bagi grup Sinarmas, pasalnya BHP Mitsui Coal (BMC) memiliki aset batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  20:26 WIB
Aktivitas karyawan BHP Mitsui Coal di Australia - Dok.Perusahaan.
Aktivitas karyawan BHP Mitsui Coal di Australia - Dok.Perusahaan.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten Grup Sinarmas, Golden Energy and Resources Ltd (GEAR) melalui anak usahanya Stanmore Resources Ltd menuntaskan akuisisi 80 persen saham perusahaan tambang batu bara Australia, BHP Mitsui Coal Pty Ltd (BMC). Nilai akuisisi ini mencapai US$1,2 miliar atau setara Rp17,37 triliun (asumsi kurs Rp14.477).

Executive Chairman GEAR Fuganto Widjaja mengatakan, akuisisi ini berhasil menandai tonggak transformasi perseroan. BMC akan melengkapi platform batubara metalurgi perseroan saat ini dengan kualitas tinggi, pengeluaran yang rendah dan umur tambang yang panjang.

“Dengan penyelesaian yang berhasil ini, GEAR akan menjadi salah produsen batubara metalurgi terbesar di dunia melalui Stanmore dan mengharapkan kontribusi yang signifikan dari segmen ini ke depan,” jelasnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Singapura, Selasa (3/5/2022).

Dana yang dikeluarkan oleh Stanmore pada penyelesaian akuisisi ini berasal dari uang tunai Stanmore, setelah penawaran hak pro-rata atau rights issue yang sukses pada Maret 2022.

Stanmore dan seluruh entitas anak telah mencairkan fasilitas utang termasuk fasilitas utang akuisisi senilai US$625 juta. Pendanaan penuh tersedia untuk pertimbangan akuisisi dan penyesuaian penyelesaian akuisisi sekitar US$200 juta untuk modal kerja. Ini sebagai akibat dari saldo modal kerja BMC yang lebih tinggi yang diperoleh pada saat penyelesaian terutama didorong oleh pasar yang lebih kuat.

Modal kerja BMC yang naik itu diterjemahkan ke dalam neraca dan posisi kas yang lebih sehat di pos penyelesaian akuisisi BMC, atau melebihi dari perkiraan Stanmore ketika perjanjian penjualan ditandatangani.

CEO Stanmore Resources Ltd Marcelo Matos mengatakan, penyelesaian transaksi ini menandai tonggak penting dalam sejarah perseroan. Metalurgi dan harga batubara PCI tetap berada pada level tertinggi secara historis dan Stanmore akan mendapat manfaat dari harga tersebut dengan tambahan produksi sekitar 10 juta ton metalurgi.

Sebagai informasi, aksi akuisisi ini telah mendapatkan persetujuan pemegang saham induk usaha GEAR, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) pada 23 Februari 2022.

Akuisisi BMC terbilang menjanjikan bagi grup Sinarmas, pasalnya BMC memiliki aset batu bara metalurgi yang terletak di Queensland, Australia. Tambang tersebut terdiri dari South Walker Creek dan tambang Poitrel. Total produksi batu bara metalurgi sekitar 10 juta per tahun dan total cadangan lebih dari 135 juta ton.

Tak hanya itu, aset BMC juga ditambah dengan infrastruktur Red Mountain dan pengembangan sumur Wards Well. Semuanya berlokasi di Queensland, Australia.

Sebelumnya manajemen DSSA mengharapkan akuisisi BMC akan memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku bisnis dalam usaha batu bara metalurgi di wilayah Asia dan Oseania yang selanjutnya dapat memberikan dampak positif bagi para pemegang saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi australia tambang batu bara dian swastatika sentosa grup sinarmas
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top