Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Akuisisi Tambang Nikel, Bos United Tractors (UNTR) Masih Pertimbangkan

PT United Tractors Tbk. (UNTR) masih mempertimbangkan rencana akuisisi tambang logam seperti nikel.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 11 April 2022  |  06:19 WIB
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UNTR), Frans Kesuma (kedua kanan), didampingi jajaran direktur, Iwan Hadiantoro (kiri), Iman Nurwahyu (kedua kiri), Loudy Irwanto Elias (ketiga kiri), Idot Supriadi (ketiga kanan), dan Edhie Sarwono (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat, 8 April 2022. - dok. UNTR
Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (UNTR), Frans Kesuma (kedua kanan), didampingi jajaran direktur, Iwan Hadiantoro (kiri), Iman Nurwahyu (kedua kiri), Loudy Irwanto Elias (ketiga kiri), Idot Supriadi (ketiga kanan), dan Edhie Sarwono (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat, 8 April 2022. - dok. UNTR

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) masih menimbang peluang mengakuisisi tambang mineral, seperti nikel.

Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma mengatakan perusahaan sudah berencana untuk masuk ke bisnis pertambangan mineral.

Hal ini setidaknya telah direalisasi ketika perusahaan mengambil alih operasional tambang emas Martabe pada akhir 2018. Adapun untuk bisnis pertambangan nikel, perusahaan masih mempertimbangkan banyak aspek.

“Kami melihat dari beberapa faktor seperti apa size-nya lalu status lahan untuk nikel dan mineral lainnya. Ini perlu telaah yang benar. Memang nikel menjadi salah satu driver yang mendorong kebutuhan alat berat,” paparnya, Jumat (8/4/2022)

Frans melanjutkan, UNTR akan mempertimbangkan sejumlah opsi akuisisi, termasuk melakukan akuisisi greenfield atau akuisisi dari yang sudah beroperasi.

“Kita tahu kalau masuk ke area greenfield yang tersedia tidak banyak karena semua sudah dieksploitasi. Selain itu UU Minerba sudah mensyaratkan semua bisnis pertambangan mineral harus sudah sampai tahap processing,” pungkasnya.

Sementara itu, UNTR menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran US$750 juta sampai US$800 juta pada 2022.

Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menjelaskan bahwa sebagian besar dana yang disiapkan akan dialokasikan untuk mendukung lini mining services dan pertambangan. Tahun lalu, total belanja modal hanya berjumlah US$190 juta.

“Target Capex kami tahun ini memang mengalami kenaikan yang cukup besar. Dana yang kami cadangkan tahun ini untuk capex berkisar US$750 juta sampai US$800 juta,” kata Iwan.

Dia mengatakan alokasi untuk mining services dan pertambangan setidaknya mencapai US$570 juta. Lalu sekitar US$170 juta akan dibelanjakan untuk tambang emas dan infrastruktur pabrik, serta sistem manajemen.

“Lalu sisanya dibagi rata untuk bisnis-bisnis lainnya seperti construction machinery mungkin sekitar US$40 juta machinery dan lainnya sekitar US$4 juta,” tambahnya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis mengatakan perseroan tidak meningkatkan capex untuk melakukan ekspansi anorganik, seperti akuisisi tambang emas dan mineral. Menurutnya, anggaran akuisisi belum masuk ke dalam capex senilai US$750 juta ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akuisisi astra united tractors untr
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top