Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Tebar Dividen, Ini Penjelasan Mulia Boga Raya (KEJU)

Sesuai dengan Keputusan Pemegang Saham PT Mulia Boga Raya Tbk dalam RUPS tanggal 29 Maret 2022, penggunaan laba bersih akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja dan tidak ada dividen
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  13:55 WIB
Chef Farah Quinn memasak seraya berdialog dengan para penonton acara demo masak yang digelar di Atrium Solo Grand Mall, Minggu (9/10/2011). Prochiz merupakan merek andalan PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU). Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos.
Chef Farah Quinn memasak seraya berdialog dengan para penonton acara demo masak yang digelar di Atrium Solo Grand Mall, Minggu (9/10/2011). Prochiz merupakan merek andalan PT Mulia Boga Raya Tbk. (KEJU). Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen produk keju merek Prochiz, PT Mulia Boga Raya (KEJU), memutuskan untuk tidak melakukan pembagian dividen.

Mengacu pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), para pemegang saham menyepakati alokasi laba bersih tahun buku 2021 sebagai modal kerja.

"Sesuai dengan Keputusan Pemegang Saham di RUPS tanggal 29 Maret 2022, penggunaan laba bersih akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja dan tidak ada dividen," kata Direktur Utama Mulia Boga Raya Bobby K. Gandasaputra dalam jawaban tertulis yang dikutip Kamis (31/3/2022).

KEJU mencatatkan kenaikan penjualan bersih sebesar 8,4 persen menjadi Rp1,04 triliun pada 2021. Bobby sebelumnya menjelaskan mayoritas penjualan KEJU disumbang oleh produk keju blok, yaitu sekitar 85,1 persen dari total penjualan. Sementara itu, penjualan keju lembaran menyumbang 13,6 persen dan kategori lainnya 1,3 persen.

Bobby menilai Kinerja KEJU selama 2 tahun pandemi cukup baik. Kenaikan penjualan bersih pada tahun lalu dia sebut berhasil menjadi titik balik setelah penurunan penjualan yang sempat dirasakan perusahaan pada tahun pertama pandemi.

Dari sisi ekspor, penjualan KEJU mencetak kenaikan sampai 113 persen menjadi Rp66,9 miliar. Penjualan ekspor menyumbang 6,4 persen dari total penjualan produk.

Peningkatan penjualan berhasil mendorong peningkatan laba bersih pada 2021 sebesar 19,5 persen menjadi Rp144 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp121 miliar.

Bobby mengatakan KEJU akan terus meninjau kebutuhan modal kerja pada tahun-tahun mendatang yang bakal menjadi penentu kebijakan dividen ke depan.

Untuk 2022, KEJU memutuskan untuk menambah 20 persen alokasi belanja modal atau capex menjadi Rp60 miliar. Belanja modal ini utamanya akan digunakan untuk gudang baru di Cikarang dan berbagai mesin pabrik guna mendorong pertumbuhan pendapatan 2022.

Mulia Boga Raya akan terus meninjau kebutuhan modal kerja di tahun tahun mendatang yang akan menentukan kebijakan dividen pada tahun-tahun mendatang,” kata Bobby.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dividen garudafood keju mulia boga raya
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top