Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak Usaha PGN (PGAS) Selesaikan Buyback Obligasi Global Rp3,14 Triliun

Anak usaha PGAS, PT Saka Energi Indonesia menyelesaikan proses buyback seiring dengan berakhirnya masa penawaran pada 25 Maret 2022 pukul 17.00 waktu New York, AS.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Maret 2022  |  21:02 WIB
Anak Usaha PGN (PGAS) Selesaikan Buyback Obligasi Global Rp3,14 Triliun
Fasilitas CPP milik Saka Energy. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Saka Energi Indonesia (SAKA), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, menyelesaikan pembelian kembali surat utang yang telah diterbitkan atau buyback.

Proses pembelian diselesaikan seiring dengan berakhirnya masa penawaran pada 25 Maret 2022 pukul 17.00 waktu New York, Amerika Serikat.

“Masa penawaran telah berakhir 25 Maret 2022 pukul 17.00 waktu New York (Expiration Time) dan SAKA telah melakukan pembayaran dan pembatalan sebagian surat utang sebagai konsekuensi pembelian kembali sebesar US$220 juta,” tulis Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (29/3/2022).

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Saka Energi mengumumkan rencana tender offer kepada pemegang obligasi global pada 28 Februari 2022. Surat utang tersebut memiliki tingkat bunga 4,45 persen dan jatuh tempo pada 2024 dengan total pokok US$625 juta.

Penawaran tender offer obligasi global ditutup pada 11 Maret 2022. Selama periode pelelangan awal, pemegang obligasi global yang ingin obligasinya dibeli kembali oleh Saka Energi melampaui target dan mencapai jumlah agregat US$377,57 juta.

Saka Energi yang semula menetapkan target buyback sebesar US$200 juta kemudian menaikkan target menjadi US$220 juta atau setara Rp3,14 triliun (asumsi kurs Rp14.300).

Setelah transaksi ini, Saka Energi memiliki sisa surat utang sebesar US$405 juta dan jatuh tempo pada Mei 2024.

“Pembelian kembali surat utang telah dikomunikasikan dengan Lembaga Jasa Pemeringkat dan tidak dikategorikan sebagai distressed debt exchange. Pelaksanaan pembelian kembali surat utang telah mengikuti kaidah hukum yang berlaku di Indonesia dan New York dan penggunaan kas internal tidak berdampak terhadap likuiditas perusahaan,” kata Rachmat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pgas perusahaan gas negara obligasi global Saka Energi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top