Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indocement (INTP) Siapkan Capex Rp1 Triliun pada 2022, Fokus Investasi Hijau

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun pada 2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 25 Maret 2022  |  18:20 WIB
Direktur Indocement Oey Marcos, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan Direktur Indocement David Clarke (kiri ke kanan) menyampaikan paparan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) periode tahun berjalan per September 2020 secara daring, Selasa (10/11/2020). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Direktur Indocement Oey Marcos, Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya, dan Direktur Indocement David Clarke (kiri ke kanan) menyampaikan paparan kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) periode tahun berjalan per September 2020 secara daring, Selasa (10/11/2020). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen semen merek Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), menganggarkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun pada tahun ini. Perusahaan akan memfokuskan belanja modal pada proyek-proyek pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya menjelaskan besaran capex yang dianggarkan untuk 2022 tidak jauh berbeda dengan alokasi 2021.

Dia mengatakan perusahaan tengah menjaga pengeluaran di kisaran angka tersebut seiring dengan tekanan biaya produksi yang meningkat akibat kenaikan harga energi.

“Dana belanja modal yang disiapkan untuk 2022 kurang lebih Rp1 triliun juga. Dan ini tetap kami jaga di sekitar tersebut karena kami sedang menghadapi tekanan biaya yang cukup tinggi tadi. Karena itu, kami akan tetap alokasi sebagian dana untuk sustainability development,” kata Christian dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/3/2022).

Christian mengemukakan perusahaan memiliki komitmen besar untuk menjadi korporasi hijau. Hal ini setidaknya tecermin dari besaran emisi perusahaan yang turun dari 754 kilogram (kg) CO2 per ton semen pada 2010 menjadi 606 kg CO2 per ton semen pada 2021.

Emisi debu INTP juga berada di bawah standar pemerintah, yakni di angka 22 mg/Nm3 atau di bawah standar pemerintah 60 mg/Nm3.

“Kami juga investasi di fasilitas energi alternatif dan kami akan mencoba mengoperasikan refuse-derived fuel [RDF] dari Nambo, investasi kami cukup signifikan di sana dan ini bisa meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif kami,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos mengatakan bahwa dari Rp947 miliar alokasi capex pada 2021, sebesar Rp40 miliar telah terserap untuk mengakuisisi terminal semen di Samarinda.

Terminal ini diharapkan bisa mendorong penetrasi pasar Indocement mengingat perusahaan juga mengoperasikan pabrik di Tarjun, Kalimantan Selatan.

“Kami juga menggunakan Rp90 miliar untuk penyempurnaan fasilitas dan penyelesaian penerimaan RDF Terkait proyek Nambo kurang lebih Rp50 miliar,” kata Antonius.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement capex intp grup salim indocement tunggal prakarsa
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top