Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PCR dan Antigen Dihapus, Blue Bird (BIRD) Antisipasi Lonjakan Pesanan Taksi Bandara

PT Blue Bird Tbk. (BIRD) memperkirakan bakal terjadi lonjakan pemesanan taksi menuju bandara setelah aturan penerbangan dengan syarat tes PCR dan antigen dihapuskan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  15:59 WIB
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengoperasikan taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten taksi, PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyambut positif dihapusnya aturan antigen dan PCR untuk aktivitas penerbangan udara. Perseroan berharap pemesanan taksi menuju bandara pun semakin meningkat.

Head of Investor Relations PT Blue Bird Tbk. Michael Tane memperkirakan mobilitas masyarakat dapat kembali meningkat seiring penghapusan aturan tersebut.

"Kami tentunya berharap dengan relaksasi yang dilakukan maka mobilitas masyarakat dapat meningkat yang tentunya positif bagi bisnis kami," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (10/3/2022).

Dia memastikan armada Blue Bird siap untuk peningkatan lalu lintas di bandara akibat peniadaan aturan antigen dan PCR bagi penumpang pesawat yang sudah divaksin lengkap.

"Kami akan memastikan armada kami terutama taksi airport untuk siap dalam menghadapi peningkatan permintaan," katanya.

Emiten berkode saham BIRD ini menargetkan kinerja 2022 jauh lebih baik dibandingkan dengan periode 2021. Salah satu upaya menyambut optimisme di tahun baru yakni anggaran belanja modal mencapai Rp1,2 triliun. 

Dana yang cukup besar tersebut sebagian besar untuk membeli kendaraan baru demi keperluan peremajaan armada taksi dan kendaraan non taksi. Capex akan digunakan setidaknya untuk pembelian 5.000 unit kendaraan.

Michael menyebut melihat ada peluang yang cukup baik untuk mencatat laba di akhir tahun 2021.

"Prospek bisnis tentunya sangat tergantung kondisi pandemi dan kebijakan pemerintah terkait mobilitas. Kami tentunya berharap pandemi bisa mereda di tahun depan dan tentunya hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan," ujarnya.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (10/3/2022), saham BIRD ditutup naik 1,97 persen atau 25 poin ke harga 1.295, kapitalisasi pasarnya juga naik menjadi Rp3,24 triliun. Sepanjang tahun berjalan, harga saham BIRD turun 6,16 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Blue Bird PCR
Editor : Dwi Nicken Tari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top