Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Incar hingga Rp4 Triliun, Intip Perkembangan IPO BUMN ASDP

Calon emiten BUMN, ASDP, membidik dana Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun dari IPO.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Maret 2022  |  19:58 WIB
Kapal Motor Penumpang (KMP) Jokotole melintas di Selat Madura, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/7/2021). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama semester I tahun 2021 meraih pendapatan Rp1,69 triliun dengan laba sebesar Rp147 miliar, dan pada semester tersebut telah mengangkut 1,83 juta orang penumpang, kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 1 juta unit, kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 1,18 juta unit, sedangkan untuk barang mencapai 465 ribu ton. - ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Kapal Motor Penumpang (KMP) Jokotole melintas di Selat Madura, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/7/2021). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama semester I tahun 2021 meraih pendapatan Rp1,69 triliun dengan laba sebesar Rp147 miliar, dan pada semester tersebut telah mengangkut 1,83 juta orang penumpang, kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 1 juta unit, kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 1,18 juta unit, sedangkan untuk barang mencapai 465 ribu ton. - ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA — Calon emiten BUMN, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bakal melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) sahamnya pada kuartal IV/2022. Penundaan dari rencana awal kuartal I/2022 memperhatikan fluktuasi pasar saat ini.

Direktur Keuangan, Teknologi Informasi, dan Manajemen Risiko ASDP Indonesia Ferry Djunia Satriawan menjelaskan bahwa rencana persiapan IPO ASDP sudah berjalan sejak tahun 2021 dan saat ini masih sesuai jalurnya untuk dapat dilaksanakan pada 2022.

"Saat ini, rencana IPO ASDP tetap masih berproses, dan diharapkan IPO dapat terealisasi pada kuartal keempat tahun 2022," paparnya kepada Bisnis, Minggu (6/3/2022).

Jadwal pelaksanaan IPO tersebut, lanjutnya, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, serta strategi dan pengambilan waktu yang tepat, mengingat terdapat beberapa entitas BUMN yang akan juga masuk ke pasar modal.

Djunia memproyeksikan perolehan dana dari IPO sekitar Rp3,5 triliun – Rp4 triliun yang akan digunakan untuk melaksanakan bagian dari strategi ASDP dalam rangka menjadi perusahaan kelas dunia.

"Yaitu dengan menambahkan fasilitas kapal dan pelabuhan serta dukungan fasilitas lainnya, untuk mendukung pencapaian target kinerja 5 tahun ke depan," katanya.

Harapannya, IPO akan memberikan kemampuan keuangan berkesinambungan secara mandiri dan efisien, sehingga menjadikan ASDP memimpin di bidang usahanya termasuk dalam pasar modal pada sektornya.

ASDP menjalankan dua bisnis inti yakni pengelolaan pelabuhan penyeberangan dan operator kapal penyeberangan.

Sebagai operator kapal, ASDP memegang pangsa pasar 29 persen dan terbesar di Indonesia. Adapun, sebagai pengelola pelabuhan ASDP mengelola 34 pelabuhan penyeberangan secara terintegrasi.

"Melalui pertumbuhan fundamental baik secara organik maupun inorganik serta pengembangan usaha pelengkap yang akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan kinerja ASDP,  percepatan investasi pembangunan nasional, dan penciptaan lapangan kerja nasional," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham BUMN ipo asdp erick thohir calon emiten
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top