Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Batu Bara Adaro (ADRO) Turun Ketika Harga Batu Bara Naik pada 2021

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. membukukan penurunan produksi batu bara di sepanjang 2021 sebesar 3 persen dan penjualan pun terkoreksi 5 persen.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  08:23 WIB
Produksi Batu Bara Adaro (ADRO) Turun Ketika Harga Batu Bara Naik pada 2021
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir (kanan) didampingi Komisaris Independen Adaro Mohammad Effendi saat melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) Rabu (20/5 - 2020) di kantornya di Jakarta. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan total produksi batu bara yang menurun sepanjang 2021 dibandingkan dengan realisasi pada 2020.

Emiten berkode saham ADRO ini membukukan total produksi 52,70 juta ton pada 2021, setara dengan penurunan 3 persen dari 2020.

Volume penjualan batu bara ADRO pada 2021 mencapai 51,58 juta ton, atau turun 5 persen secara tahunan. Total pengupasan lapisan penutup pada tahun lalu adalah 218,90 million bank cubic meter (Mbcm), atau naik 4 persen, yang menghasilkan nisbah kupas 4,15 kali untuk 2021.

Nisbah kupas tersebut lebih rendah daripada target yang ditetapkan 4,8 kali karena curah hujan yang di atas rata-rata di sepanjang tahun mempengaruhi operasi dan aktivitas pengupasan lapisan penutup.

"Pada kuartal IV/2021, produksi batu bara Adaro mencapai 13,06 juta ton, atau 3 persen lebih rendah daripada kuartal IV/2020. Total volume penjualan batu bara pada kuartal IV/2021 tercatat 12,72 juta ton, atau turun 6 persen," urai Febriati Nadira, Head of Corporate Communications Adaro Energy Indonesia dalam keterbukaan informasi, Kamis (24/2/2022).

Selanjutnya, total pengupasan lapisan penutup pada kuartal IV/2021 adalah 48,59 Mbcm, atau turun 16 persen, dan nisbah kupas kuartal ini mencapai 3,72 kali.

Tercatat produk E4700, E4900, dan E4200 meliputi lebih dari tiga per empat volume penjualan batu bara pada tahun lalu, ditopang oleh permintaan yang solid untuk batu bara jenis ini.

"Indonesia merupakan tujuan penjualan tertinggi Adaro Energy Indonesia pada tahun 2021, sesuai komitmen perusahaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri," papar Febriati.

Wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur menduduki posisi tertinggi untuk destinasi ekspor ADRO, yang masing-masing mengambil porsi 20 persen. Selanjutnya, China berkontribusi sebesar 19 persen terhadap penjualan ADRO di periode 2021, sejalan dengan peningkatan permintaan Negeri Panda terhadap batu bara Indonesia.

Di sisi lain, kinerja produksi menurun tipis saat harga batu bara tetap kuat di sepanjang 2021. Pada kuartal IV/2021, harga rata-rata batu bara Indonesia 5000 GAR dan 4200 GAR masing-masing melebihi US$130/ton dan US$90/ton.

Kedua indeks mencatat peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan dengan kuartal IV/2021. Harga rata-rata FOB Newcastle 6000 NAR melebihi US$180/ton, atau naik lebih dari US$25/ton dari kuartal sebelumnya.

Di pasar China, persediaan yang sangat rendah menimbulkan kekhawatiran akan krisis energi di awal kuartal I/2022, yang menyebabkan minat China terhadap batu bara impor naik signifikan.

Adapun, harga batu bara subbituminous melonjak tinggi sampai melebihi AS$200/ton untuk basis 5000 GAR akibat naiknya harga batu bara domestik China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara Kinerja Emiten adaro pt adaro energy tbk adro
Editor : Dwi Nicken Tari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top