Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ekspansi ke Asean dan Afrika Barat, Begini Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

Penjualan ekspor diprediksi turut mendorong kinerja Sido Muncul (SIDO) pada 2022.
Pekerja memilah sachet Tolak Angin di bagian pengemasan pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Senin (10/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian
Pekerja memilah sachet Tolak Angin di bagian pengemasan pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Senin (10/2/2014). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Targetkan ekspansi ke Asia Tenggara dan Afrika Barat, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mendapatkan rekomendasi beli dari analis.

Equity Analyst OCBC Sekuritas Eriza Putri menuturkan hasil penjualan tahun penuh 2021 tangguh mencapai Rp4 triliun atau naik 21 persen.

Penjualan herbal dan suplemen meroket 21 persen karena meningkatnya kesadaran kesehatan sebagai serta musim hujan yang mulai berlaku pada kuartal IV/2021.

Perseroan berfokus pada penetrasi pasar, mulai tahun penuh 2021, outlet cakupan mencapai 135.000 tumbuh 20 persen dan diharapkan mencapai 150.000 grosir dan pengecer pada 2022, dengan fokus di Sumatera, Kalimantan dan Indonesia Timur.

"SIDO juga akan terus memanfaatkan online pasar karena margin penjualannya yang tinggi dan kinerja yang luar biasa. Kami mengharapkan lebih tinggi Kontribusi saluran online dengan CAGR tahun penuh 2019-2021 naik 22 persen mengingat tingkat layanannya yang lebih tinggi sebesar 94 persen pada tahun 2021," urainya, Selasa (22/2/2022).

Selain itu, SIDO juga meningkatkan kontribusi pasar internasional dengan kinerja ekspor meningkat 86 persen setelah Nigeria dan penjualan Malaysia pulih serta kontribusi minyak esensial untuk pengiriman ke Prancis.

Apalagi pasar ekspor diproyeksikan lebih tinggi pada 5 persen-7 persen terhadap penjualan, saat ini sebesar 4 persen, dengan target pasar baru (Asia Tenggara dan ECOWAS). Inisiatif seperti mengaktifkan kembali outlet dan penguatan distribusi akan dilakukan pada 2022.

OCBC mempertahankan rekomendasi beli dengan target price (TP) lebih tinggi menjadi Rp1.160 karena di atas ekspektasi laba bersih 2021 atau 114 persen dari perkiraan.

"Kami merevisi perkiraan laba bersih 2022 kami menjadi Rp1,46 triliun atau naik 15,5 persen yang selanjutnya memicu TP lebih tinggi dari Rp1.160 atau berdasarkan PER 24 kali. Kami mempertahankan panggilan beli kami dengan potensi kenaikan 23 persen," katanya.

Pada penutupan perdagangan Selasa (22/2/2022) saham SIDO berada di level Rp955. Kapitalisasi pasarnya sebesar Rp28,65 triliun dengan valuasi PER 22,72 kali. Sepanjang 2022, saham SIDO naik 10,4 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper