Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM WRAP-UP: Crazy Rich Duo Hartono Tambah Kaya & Peta Bos OJK Selera Sri Mulyani

Kenaikan harga saham BBCA di awal tahun telah mengerek kekayaan Hartono Bersaudara.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  19:12 WIB
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian

Binsis.com, JAKARTA – Kukuhnya performa saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi kabar manis bagi crazy rich Robert Budi dan Michael Bambang Hartono. Kakak beradik bos Grup Djarum tersebut semakin tak tergoyahkan sebagai dua orang paling kaya di Indonesia.

Laporan terakhir Bloomberg Billionaire Index menaksir kekayaan Robert tersebut telah mencapai Rp19,6 triliun per hari ini. Alias naik 7,3 persen secara year-to-date (ytd).

Sementara Michael, yang juga mengalami kenaikan harta 7,3 persen, kini memiliki total kekayaan Rp18,64 triliun.

1. Masih Kokoh, Hartono Bersaudara Tambah Tajir Belasan Triliun

Sebagai gambaran, saham BBCA ditransaksikan investor dengan harga Rp7.950 per hari ini, atau merefleksikan kenaikan 8,53 persen secara ytd.

Bukan mustahil kekayaan Robert dan Michael akan naik lagi, mengingat kinerja saham dan bisnis sektor perbankan tahun ini telah diramal positif oleh para analis.

Ulasan selengkapnya dapat Anda baca di artikel ini.

2. Pratama Abadi (PANI) Akuisisi Perusahaan Properti, Strategi Backdoor Listing Agung Sedayu?

PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. (PANI), emiten pengalengan yang baru saja berganti pengendali berpotensi menjadi kendaraan Grup Agung Sedayu untuk backdoor listing.

Sinyal ini semakin menguat seiring aksi PANI melakukan transaksi afiliasi berupa akuisisi PT Bangun Kosambi Sukses (BKS).

BKS, yang bisnis mayoritasnya terkait dengan konstruksi, bukan perusahaan yang murah. Untuk mengakuisisi entitas ini, PANI membutuhkan dana Rp6,49 triliun yang bahkan lebih besar daripada nilai ekuitas perseroan.

Manajemen PANI pun berencana menggelar rights issue guna memuluskan akuisisi jumbo tersebut.

Pembahasan lebih lanjut dapat Anda baca di sini.

3. Bursa Dewan Komisioner OJK 2022-2027: Memetakan Selera Menkeu Sri Mulyani

Akhir pekan kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi mengumumkan daftar 33 nama calon anggota Dewan Komisioner OJK yang akan mengikuti seleksi tahap III.

Tahap ketiga, yang merupakan seleksi asesmen dan tes kesehatan, rencananya akan langsung pekan ini.

Nantinya setelah asesmen, kandidat akan melakukan wawancara, seleksi presiden, hingga tes uji kelayakan di parlemen untuk bisa mendapatkan tiket masuk pucuk pimpinan OJK.

Lantas, bagaimana peta persaingan menuju jabatan prestisius tersebut?

Pembahasan selanjutnya dapat Anda baca dalam artikel ini.

4. Menerka Misi dan Strategi Bank Jago ARTO Masuk Bisnis Syariah

Kendati telah menyandang status sebagai bank digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, PT Bank Jago Tbk. (ARTO) sepertinya belum puas. Dalam waktu dekat, perusahaan besutan Jerry Ng dan Grup Northstar ini berencana melakukan terobosan bisnis lain lewat peluncuran sayap usaha di bidang perbankan syariah.

Dalam waktu dekat, ARTO bahkan akan meluncurkan secara terbuka platform bank digital syariah mereka.

“Masyarakat memberikan banyak masukan tentang perlunya kehadiran aplikasi digital syariah yang mumpuni dan memiliki kualitas yang setara dengan aplikasi bank konvensional,” papar manajemen perseroan.

Rencana peluncuran layanan syariah ini sebenarnya telah digaungkan perseroan sejak September 2021. Menurut Direktur Utama ARTO Kharim Siregar, kehadiran unit layanan syariah ini penting lantaran selama ini banyak calon nasabah ARTO mendambakan kehadiran platform bank digital berbsis syariah.

Pembahasan selengkapnya dapat dibaca di sini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK agung sedayu crazy rich
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top