Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merdeka Copper Gold (MDKA) Garap 5 Tambang Emas dan Tembaga, Ini Detailnya

Merdeka Copper Gold (MDKA) tengah menyiapkan proyek Acid Iron Metal (AIM) di Wetar/Morowali yang akan menyerap belanja modal US$387 juta untuk produksi 1,2 juta ton asam per tahun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Februari 2022  |  19:10 WIB
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten emas dan tembaga PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) tak memasang target muluk-muluk tahun ini dibandingkan dengan realisasi 2021.

Berdasarkan laporan emiten bersandi MDKA tersebut pada kuartal IV, perseroan memiliki lima aset utama yang akan menjadi sumber pendapatan utama.

Pertama, dari Tujuh Bukit Gold Mine. Tambang tersebut sepanjang 2021 memproduksi emas sebanyak 124.730 ons dengan biaya keseluruhan US$860 per ons. Saat ini, total cadangan di proyek ini mencapai 702.000 ons untuk mendukung produksi emas di masa mendatang.

Kedua, di proyek Tujuh Bukit Copper/Gold Project tercatat memiliki cadangan 8,8 juta ton tembaga dan 28 juta ons emas.

Guidance produksi emas untuk 2022 diperkirakan akan produksi antara 100.000 – 120.000 ons dengan biaya keseluruhan [all in sustaining cost/AISC] US$1.000 – US$1.100 per ons,” tulis manajemen dalam laporan, dikutip Rabu (16/2/2022).

Untuk proyek tembaganya, tahun ini MDKA diperkirakan menggali 60.000 – 70.000 meter untuk mengkonfirmasi target eksplorasi di upper high grade zone (UHGZ).

Ketiga, di tambang tembaga Wetar Copper Mine, MDKA mencatat produksi pada 2021 sebanyak 19.045 ton dengan AISC senilai US$2,33 per pon.

“Untuk 2022 diperkirakan akan memproduksi sekitar 18.000 – 22.000 ton tembaga dengan biaya US$3,10 – US$3,40 per pon,” jelas manajemen MDKA.

Keempat, ke depan MDKA tengah menyiapkan proyek Acid Iron Metal (AIM) di Wetar/Morowali yang akan menyerap belanja modal atau capex senilai US$387 juta untuk produksi 1,2 juta ton asam per tahun.

Dari proyek ini, MDKA memperkirakan pendapatan per tahun selama lima tahun rata-rata akan mencapai US$280 juta.

“Konstruksi proyek ini sudah dimulai pada kuartal III/2021 dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada kuartal II/2023,” papar MDKA.

Kelima, pada proyek Pani Gold, saat ini tercatat memiliki cadangan 4,7 juta ons emas. MDKA direncanakan akan melakukan penggalian dan melakukan aktivitas persiapan lebih lanjut pada kuartal I/2022.

Dari sisi kinerja keuangan MDKA mencatatkan pendapatan perusahaan pada 2021 mencapai US$381 juta, naik dari tahun sebelumnya US$322 juta. Adapun, total utang mengalami penurunan menjadi US$151 juta dari tahun sebelumnya sebesar US$166 juta.

“Total utang sebesar US$215 juta telah dilunasi pada 2021. MDKA juga memperoleh pinjaman dan ekuitas senilai US$505 juta pada 2021. Posisi kas yang kuat membuat kami yakin dapat membiayai dan mengembangkan seluruh proyek,” tulis manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten tambang Kinerja Emiten merdeka copper
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top