Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Alasan Astra (ASII) dan Hongkong Land Kepincut dengan LOGOS

Astra (ASII) ingin memperluas ketersediaan fasilitas gudang modern untuk mendukung sektor logistik di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  10:45 WIB
Ini Alasan Astra (ASII) dan Hongkong Land Kepincut dengan LOGOS
Vice President Director Astra Property Nilawati Irjani (kiri) dan Head of Indonesia LOGOS Vincent Sjahbana (kanan) usai penandatanganan kesepakatan pembentukan perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Astra bersama Hongkong Land melalui PT Astra Land Indonesia dan LOGOS untuk mengembangkan gudang logistik modern di Indonesia dengan fokus awal di area Jabodetabek, pada Selasa (8/2/2022) - Dok.Astra.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten grup otomotif, PT Astra International Tbk. (ASII) bersama Hongkong Land (HKL) membentuk perusahaan patungan atau joint venture dengan LOGOS SE Asia Pte Ltd (LOGOS) untuk mengelola dan mengembangkan gudang logistik modern di Indonesia.

Astra dan Hongkong Land melalui PT Astra Land Indonesia (ALI) akan membentuk perusahaan patungan bersama dengan LOGOS mengelola gudang logistik modern di Indonesia dengan fokus awal di area Jabodetabek.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan pembentukan perusahaan patungan dengan LOGOS menunjukkan keyakinan Astra terhadap sektor logistik.

"Kami ingin memperluas ketersediaan fasilitas gudang modern untuk mendukung sektor logistik di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia,” urainya, dikutip Rabu (9/2/2022).

Pasar pengiriman dan logistik di Indonesia, yang di dalamnya termasuk gudang modern, diperkirakan meningkat dari US$81,3 miliar pada 2020 menjadi US$138,04 miliar pada 2026.

Peningkatan investasi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan e-commerce yang ditopang oleh pesatnya kemajuan teknologi digital.

Sektor pergudangan modern Indonesia diperkirakan memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh karena outsourcing logistik di Indonesia masih dapat dioptimalkan dibandingkan dengan dengan negara lain di Asia Tenggara, didukung oleh meningkatnya permintaan gudang modern di wilayah Jabodetabek.

Chairman LOGOS Asia Tenggara Stephen Hawkins mengatakan sangat senang bekerja sama dengan Astra dan Hongkong Land dalam memenuhi permintaan gudang logistik modern yang terus meningkat dan tentunya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Pembentukan JV ini tentunya akan meningkatkan sinergi dari kedua perusahaan; ALI memiliki rekam jejak yang baik dalam pasar properti dan LOGOS memiliki pengalaman yang kuat/luas dalam mengembangkan keberlanjutan dan solusi logistik terintegrasi di pasar lokal dan internasional,” tambahnya.

LOGOS merupakan spesialis logistik yang tumbuh dinamis dengan wilayah operasional meliputi Australia, China, Singapura, Indonesia, Malaysia, Vietnam, India, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Jepang.

Sejak tahun 2017, LOGOS telah hadir di Indonesia dengan beberapa portofolio gudang modern yang berlokasi di Cibitung, Cileungsi, Cikarang, dan Pondok Ungu.

Pemegang saham LOGOS meliputi ESR Group, yang merupakan manajer aset real estate terbesar di Asia Pasifik yang didukung oleh new economy. ESR Group merupakan manajer investasi real estate terdaftar di bursa terbesar ketiga di dunia serta para pendirinya, John Marsh dan Trent Iliffe.

LOGOS mengelola semua aspek logistik real estate, termasuk manajemen investasi, pengadaan lahan atau fasilitas dan melakukan pengembangan serta pengelolaan aset untuk beberapa investor real estate global ternama. LOGOS memiliki sekitar 9,1 juta m2 properti dengan total nilai lebih dari US$19,6 miliar, melalui 31 perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pergudangan joint venture astra international
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top