Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Surya Citra Media (SCMA) Lakukan Perjanjian Kelola Iklan dengan Entitas Bukalapak

Emiten media itu menandatangani transaksi afiliasi pada 26 Januari 2022 tentang pengelolaan usaha jasa iklan dalam Emtek Digital. Diantaranya dengan IES, KKI, Liputan6.com, dan Vidio. KKI satu-satunya perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Bukalapak.com (BUKA).
Gedung SCTV, kantor pusat PT Surya Citra Media Tbk./sctv
Gedung SCTV, kantor pusat PT Surya Citra Media Tbk./sctv

Bisnis.com, JAKARTA – PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) melakukan transaksi afiliasi dengan lima perusahaan sekaligus.

Emiten media itu menandatangani transaksi afiliasi pada 26 Januari 2022 tentang pengelolaan usaha jasa iklan dalam Emtek Digital. Diantaranya dengan IES, KKI, Liputan6.com, dan Vidio berkaitan dengan kerja sama penjualan terintegrasi untuk menunjang kegiatan usaha antar perusahaan.

Adapun IES dan Vidio adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki secara langsung oleh SCMA. Sementara itu, Liputan6.com sahamnya tidak dimiliki secara langsung. Namun, hanya KKI satu-satunya perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Bukalapak.com (BUKA).

“Transaksi kerja sama penjualan terintegrasi ini akan mensinergikan kegiatan usaha antar entitas dalam Grup guna meningkatkan produktivitas, hubungan pelanggan, dan melengkapi upaya pemasaran, dan penjualan terkini,” tulis manajemen pada Jumat (28/1/2022).

Selain keempat perusahaan, SCMA juga menandatangani perjanjian lain dengan Vidio dan IVM. Kerjasama itu berkaitan dengan kerangka kerja layanan periklanan sehubungan dengan penempatan iklan di platform atau aplikasi milik Vidio.

Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Transaksi Afiliasi tidak mengandung Benturan Kepentingan dan semua informasi material telah diungkapkan dan informasi tersebut tidak menyesatkan.

Mengacu pada laporan keuangan salah satu emiten yang mendominasi industri media, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) per 30 September 2021, pendapatan bersih perseroan terpantau mengalami peningkatan 22,48 persen pada kuartal III/2021 menjadi Rp4,39 triliun sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp3,58 triliun.

Di mana pendapatan iklan pada sembilan bulan pertama 2021 berjumlah Rp4,78 triliun, yang hasil tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama 2022 sebesar Rp4,11 triliun.

Analis Danareksa Sekuritas Andreas Kenny memperkirakan dengan adanya PPKM di kuartal III/2021, kinerja kuartal IV akan terpengaruh. Adapun pelaku industri konsumen barang yang bergerak cepat atau fast moving consumer goods (FMCG) masih mendominasi pasar iklan yang mencerminkan sikap hati-hati di kuartal IV/2021 mengingat terjadinya lonjakan varian Delta Covid-19.

Menurut, Andreas pendapatan TV untuk SCMA sedikit terseret oleh TVS yang kinerjanya lebih lemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper