Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Intip Proyeksinya Pekan Depan

Saham-saham big caps, terutama emiten perbankan, mendorong IHSG menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  20:45 WIB
IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Intip Proyeksinya Pekan Depan
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (19/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mengungkapkan January Effect masih mendorong lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di akhir pekan ini Jumat (21/1/2022) dan mencapai rekor penutupan tertinggi.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melesat 1,50 persen atau 99,50 poin ke level 6.726,37 pada hari ini. Adapun, rekor tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 6.723,39 pada 22 November 2021.

Sepanjang hari indeks bergerak pada rentang 6.607,42 - 6.726,37 dengan total transaksi mencapai Rp11,53 triliun dan aksi beli bersih investor asing tercatat sebesar Rp972,65 miliar.

Head of Technical Analyst BNI Sekuritas Andri Zakarias menyampaikan melonjaknya indeks pada hari ini masih berkaitan dengan January Effect yang sedang berlanjut.

“Tren IHSG kalau dilihat memang January Effect sedang berlanjut didukung oleh saham-saham unggulan,” ungkap Andri dalam siaran YouTube IDC Channel, dikutip Jumat (21/1/2022).

Selain itu, pada hari ini saham-saham berkapitalisasi besar atau yang masuk pada indeks LQ45 juga turut serta mendorong penguatan indeks pada hari ini termasuk didalamnya saham-saham perbankan.

Berdasarkan catatan Bisnis, saham BBCA menjadi pendorong utama IHSG sepanjang 2022, dengan kontribusi 49,17 persen. Saham BBCA naik 8,9 persen atau 71,24 poin menjadi Rp7.950.

Selanjutnya, saham bank digital ARTO dan BBHI turut menopang penguatan IHSG, dengan kontribusi masing-masing 22,04 persen dan 19,39 persen. Saham ARTO naik 18,75 persen menuju Rp19.000, sedangkan BBHI tumbuh 54,13 persen menjadi Rp6.100.

Sementara itu, Andri menyampaikan varian Omicron Covid-19 hingga saat ini masih belum mempengaruhi pergerakan indeks. Di mana polanya sama ketika varian Delta melanda yang jelasnya membuat bursa cenderung konsolidasi.

Lebih lanjut Andri menyampaikan bahwa investor asing juga tercatat melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp1,2 triliun dan dalam bulan ini sebesar Rp6 triliun yang tertuju pada saham-saham big caps.

Aksi borong saham-saham big caps oleh investor ini menurut Andri berkaitan dengan minimnya sentimen negatif ditambah lagi dengan pada perdagangan tahun lalu saham-saham tersebut cenderung lagging.

Sementara itu, jelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat, Andri menyampaikan pada minggu depan January Effect masih akan mempengaruhi pergerakan bursa.

“Minggu depan indeks akan menguji level tertingginya di 6.754 dan akan bergerak menguat terbatas. Karena diperkirakan akan ada aksi profit taking karena penguatan yang signifikan,” ujarnya.

Aksi profit taking ini diperkirakan dilakukan pada dua hari pertama perdagangan pekan depan, menjelang pertemuan The Fed karena masih ada kekhawatiran kenaikan suku bunga. Meski ada perkiraan pada 24 Januari mendatang The Fed masih akan mempertahankan suku bunga.

Oleh sebab itu, Andri mengungkapkan secara teknikal IHSG mencoba menguji level 6.725 - 6.754 pada minggu keempat Januari 2022.

Dia pun merekomendasikan untuk membeli saham EMTK, serta buy on weekness saham AGRO, ANTM, dan IRRA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham big caps
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top