Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Ditutup Loyo Meski Indeks Dolar AS Melemah

Rupiah melemah tipis 1,5 poin atau 0,01 persen ke Rp14.296 setelah sempat menyentuh Rp14.309 pada awal perdagangan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  15:38 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank KB Bukopin Syariah di Jakarta, Selasa (21/12/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah masih berada di zona merah pada penutupan perdagangan Jumat (14/1/2022), meskipun berhasil keluar dari zona Rp14.300 di tengah pelemahan dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Jumat (14/1/2022) rupiah melemah tipis 1,5 poin atau 0,01 persen ke Rp14.296 setelah sempat menyentuh Rp14.309 pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau juga melemah 0,09 persen ke 94,7.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan dolar AS saat ini menuju penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu tahun pada Jumat karena investor memangkas posisi beli dan menganggap untuk saat beberapa kenaikan suku bunga AS tahun ini akan sepenuhnya diperhitungkan.

Lael Brainard pada Kamis menjadi pejabat The Fed terbaru, yang memberi sinyal bahwa The Fed bersiap-siap untuk mulai menaikkan suku bunga pada Maret 2022 pada sidang Komite Perbankan Senat AS untuk nominasi wakil ketuanya.

Dari sisi internal, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) oleh Bank Indonesia (BI) memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat pada kuartal I/2022, yang tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 9,39 persen, meningkat dari 7,1 persen dari kuartal sebelumnya.

Peningkatan tersebut bersumber dari beberapa sektor utama yang mencatat kinerja positif, terutama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Hal tersebut sejalan dengan periode panen raya tanaman bahan makanan, serta sektor industri pengolahan seiring dengan perkiraan meningkatnya permintaan.

Sementara itu SKDU mengindikasikan kegiatan dunia usaha pada kuartal IV/2021 tumbuh positif, hal ini tercermin dari nilai SBT sebesar 7,1 persen, sedikit lebih rendah dari SBT sebesar 7,58 persen pada kuartal III/2021, namun meningkat dibandingkan dengan SBT sebesar minus 3,9 persen pada periode yang sama 2020.

Selain itu, peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor industri pengolahan, perdagangan, hotel dan restoran dan pengangkutan, serta komunikasi, yang didorong oleh meningkatnya permintaan seiring pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, serta perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun.

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai kuartal IV/2021 tercatat sebesar 72,6 persen, sedikit lebih rendah dari 73,3 persen pada kuartal sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan dengan 71,96 persen pada kuartal IV/2020.

Penggunaan tenaga kerja juga diindikasikan membaik meski masih dalam fase kontraksi. Sementara itu kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan kondisi pada periode sebelumnya, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

Untuk perdagangan Senin pekan depan (17/1/2022), Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.270 - Rp14.330 per dolar AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top