Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham-Saham Batu Bara Memanas, Terdorong Rencana Ekspor Kembali

Saham-saham batu bara yang meningkat memiliki produk kalori tinggi memanas pada hari ini.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 12 Januari 2022  |  15:40 WIB
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham emiten batu bara menanjak seiring dengan rencana pemerintah membuka kembali keran ekspor pada hari ini.

Pada penutupan perdagangan Rabu (12/1/2022), saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) naik 4,75 persen menjadi Rp28.650. Anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melesat 24,58 persen menjadi Rp735.

Saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) naik 6,42 persen menjadi Rp11.600, dan PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) naik 3,57 persen menuju Rp1.160.

Saham-saham batu bara yang meningkat memiliki produk kalori tinggi sebagai pendorong utama pendapatan dan mayoritas dijual ke pasar ekspor.

Sementara itu, sejumlah saham emiten lainnya seperti PT Indika Energy Tbk. (INDY) turun 2,16 persen, ADRO koreksi 1,28 persen, dan saham PT Indo Tambangraya Megah ditutup sama dengan kemarin di level Rp20.175.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberlakukan larangan ekspor batu bara sementara pada 1 – 31 Januari 2022.

Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan PLN untuk memasok listrik ke seluruh Indonesia karena menipisnya pasokan batu bara pada 17 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baik milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP).

Namun, perusahaan batu bara, terutama yang sudah memenuhi kebijakan pasar domestik (DMO) meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut karena berpotensi membuat perusahaan yang sudah memiliki perjanjian transaksi dengan pembeli dari luar negeri batal atau bisa dikenakan denda.

Sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan hingga Singapura sempat melayangkan desakan agar pemerintah Indonesia membuka kembali keran ekspor komoditas tersebut ke negara mereka.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan membuka kembali ekspor batu bara pada Rabu (12/1/2022). Pemerintah kata dia benar-benar akan menyelesaikan masalah pasokan untuk PLN dan IPP dengan memastikan akan meniadakan skema penjualan free on board (FOB) dan mengganti dengan skema cost in insurance and freight (CIF).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham batu bara harga batu bara
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top