Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rights Issue Waskita (WSKT) Tersisa 2 Hari Lagi, Harga Masih Parkir Rp625

Periode perdagangan rights issue WSKT berlangsung dari 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  14:30 WIB
Gerbang Tol Brebes Barat, Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Jalan tol ini sepanjang 57,5 kilometer ini dikelola oleh PT Pejagan Pemalang Toll Road. Jalan tol ini juga merupakan 1 dari 18 ruas tol yang konsesinya dimiliki Waskita Karya. - wtr.co.id
Gerbang Tol Brebes Barat, Jalan Tol Pejagan-Pemalang. Jalan tol ini sepanjang 57,5 kilometer ini dikelola oleh PT Pejagan Pemalang Toll Road. Jalan tol ini juga merupakan 1 dari 18 ruas tol yang konsesinya dimiliki Waskita Karya. - wtr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Saham emiten kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. masih berkutat di bawah level Rp1.000 jelang akhir perdagangan rights issue.

Berdasarkan data Bloomberg, saham dengan kode WSKT itu terpantau stagnan di level Rp625 pada Senin (10/1/2022) pukul 14.00 WIB. Di sepanjang hari perdagangan, harga WSKT bergerak di rentang Rp620 - Rp625.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan periode perdagangan rights issue WSKT berlangsung dari 30 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022. Harga penebusan rights issue ditetapkan sebesar Rp620 dengan jumlah dana yang dibidik Rp11,96 triliun.

Di dalamnya, pemerintah telah menyuntikkan Rp7,9 triliun lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan demikian, sisa yang diincar dari publik menjadi Rp4,06 triliun dalam aksi penambahan modal lewat Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) tersebut.

“Pada 2022, Waskita telah merencanakan sejumlah program jangka menengah seperti berpartisipasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, menggarap proyek di luar negeri melalui kerjasama antarpemerintah (G2G) Indonesia dengan beberapa negara,” tulis Taufik dalam siaran pers, Senin (10/1/2022).

Adapun, WSKT juga akan melanjutkan proses divestasi 3-4 ruas jalan tol pada tahun ini dan mengembangkan anak usahanya seperti PT Waskita Karya Infrastruktur dan PT Waskita Karya Realty.

Dengan program jangka menengah yang sudah ditetapkan tersebut, Taufik optimistis kinerja perseroan akan kembali bangkit dari sisi operasional maupun keuangan.

Adapun, dana rights issue yang berasal dari PMN nantinya digunakan WSKT untuk menyelesaikan 7 proyek jalan tol, yaitu ruas Kayu Agung-Palembang-Betung (112 km) senilai Rp3,03 triliun, Bekasi-Cawang-Kp. Melayu (16 km) senilai Rp1,13 triliun, Cimanggis-Cibitung (25 km) senilai Rp623 miliar.

Selanjutnya ruas Ciawi-Sukabumi (54 km) senilai Rp637 miliar, Pejagan-Pemalang (58 km) senilai Rp204 miliar, Pasuruan-Probolinggo (44 km) senilai Rp1,219 triliun, dan Krian-Legundi-Manyar (38 km) senilai Rp1,05 triliun.

“Sedangkan dana rights issue yang berasa publik akan digunakan sebagai modal kerja dan capex untuk Waskita Karya dan anak perusahaannya,” tulis Taufik.

Dari data rekomendasi saham yang dihimpun perseroan, sebanyak 9 analis merekomendasikan beli saham WSKT dengan target harga rata-rata Rp1.180. Adapun, target harga terendah diberikan sebesar Rp940 dan target harga tertinggi sebesar Rp1.370.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya rekomendasi saham wskt bumn karya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top